SURABAYA, AYOJAKARTA.COM – Kehadiran Indonesia Social Media Network (ISMN) mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menilai organisasi tersebut berpotensi menjadi ruang kolaborasi baru antara pemerintah, media digital independen, dan kreator konten dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Sherlita saat menghadiri acara ISMN Meet Up Surabaya 2026 yang digelar di Kogu Space, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Sherlita, dirinya baru mengetahui keberadaan ISMN. Namun setelah melihat perkembangan dan jaringan yang dimiliki komunitas tersebut, ia menilai organisasi itu dapat menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem informasi yang lebih luas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
“Saya baru tahu kalau ada ISMN. Ini bisa menjadi ajang kolaborasi kita. Hari ini saya harus hadir karena kolaborasinya luar biasa,” ujar Sherlita.
Ia menjelaskan, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat tidak dapat dilepaskan dari meningkatnya penggunaan internet di Jawa Timur. Berdasarkan data yang dipaparkannya, penetrasi internet di Jawa Timur meningkat dari 81 persen menjadi 83,4 persen.
Kondisi tersebut mendorong munculnya berbagai bentuk media baru yang berkembang di luar pola media konvensional. Fenomena yang disebut sebagai homeless media itu, menurut Sherlita, kini telah berkembang menjadi industri tersendiri yang memiliki pengaruh besar terhadap penyebaran informasi di ruang digital.
Perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi juga memengaruhi strategi komunikasi pemerintah. Jika sebelumnya kerja sama diseminasi informasi lebih banyak dilakukan melalui media mainstream, kini pemerintah mulai mempertimbangkan pendekatan yang lebih beragam dengan melibatkan influencer dan kreator digital.
“Kami pernah mengundang influencer pada 2025 lalu. Dalam proses menyampaikan pesan informasi kepada masyarakat, tidak menutup kemungkinan kami membuka kerja sama dengan influencer,” katanya.
Sherlita menegaskan, langkah tersebut bukan berarti mengesampingkan media arus utama. Namun pemerintah perlu menyesuaikan strategi komunikasi agar pesan-pesan publik dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat melalui kanal yang mereka gunakan setiap hari.
Di sisi lain, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam membangun kerja sama formal dengan para kreator digital. Salah satu kendala yang sering ditemui adalah belum adanya legalitas usaha yang dimiliki sebagian influencer dan pelaku media independen.
Menurutnya, aspek legalitas menjadi penting karena berkaitan dengan mekanisme administrasi, perpajakan, hingga pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Karena itu, Kominfo Jatim sebelumnya telah mengundang para influencer untuk mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memiliki izin usaha dan administrasi yang sesuai dengan ketentuan pemerintah.
“Kami waktu itu mengundang teman-teman untuk mendorong agar para influencer punya izin usaha. Kami juga mendatangkan bagian pengadaan agar mereka memahami prosesnya,” ujarnya.
Sherlita menilai, dengan legalitas yang jelas, para pelaku homeless media maupun kreator digital akan memiliki peluang lebih besar untuk berkolaborasi dengan instansi pemerintah melalui mekanisme yang resmi dan akuntabel.
Ia berharap ISMN dapat menjadi wadah yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku media digital, kreator konten, dan influencer untuk membangun ekosistem informasi yang sehat, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital yang terus berkembang.
ISMN Meet Up Surabaya 2026 diikuti oleh sekitar 50 homeless media dari Surabaya raya. Menghadirkan narasumber Jokhanan Kristiono sebagai pengamat media sosial dari Stikosa AWS, Founder ISMN Arif Budianto, Pemimpin Redaksi Beritajatim.com Dwi Eko Lokononto, dan Co-Founder Infogresik Muhamad Irwan.
ISMN Meet Up Surabaya 2026 hasil kerja sama AyoSurabaya.com, BeritaJatim.com, dan Jatim Connect. Serta disponsori oleh Bank Mandiri, Noor Dinar, Pelindo Regional 3, Telkom Indonesia, Pertamina Hulu Indonesia, J&T Cargo, PT Alur Pelayaran Barat Surabaya, Bumi Suksesindo Copper and Gold, PT Dharma Lautan Utama, Cogu Space, dan Diskominfo Provinsi Jawa Timur.
Indonesia Social Media Network (ISMN) merupakan komunitas dan jejaring media sosial (homeless media). ISMN di bawah naungan Ayo Media Network ini, terbentuk sejak 2025. ISMN telah menggelar berbagai kegiatan seperti ISMN Meet Up, diskusi, kolaborasi komunitas, hingga program kreatif bersama brand dan media regional.
ISMN Meet Up sebelumnya sukses digelar di tiga kota besar yaitu Bandung, Semarang, dan Yogyakarta dengan peserta lebih dari 150 homeless media. ISMN terus membuka ruang kolaborasi dengan media lokal atau pengelola akun media sosial lainnya di seluruh Indonesia untuk membangun jejaring di daerahnya atau menggelar event Bersama. Informasi dan kontak ISMN dapat mengakses website www.indonesiasocialmedianetwork.id.

Share this article
ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.