AYOJAKARTA.COM – Pencairan bantuan sosial bidang pendidikan dari Pemprov DKI Jakarta yaitu KJP Plus saat ini tengah disalurkan.
Sebagaimana diketahui, bantuan sosial KJP Plus ini merupakan program bansos dari Pemprov DKI Jakarta khusus bagi peserta didik di wilayah Jakarta.
Namun tentunya tidak semua peserta didik di wilayah DKI Jakarta lantas bisa menerima bantuan KJP Plus ini.
Melainkan hanya peserta didik yang memenuhi kualifikasi untuk menerima bansos, salah satunya terdaftar dalam DTKS.
Terkini, Pemprov DKI telah mengumumkan pencairan bantuan KJP Plus tahap 1 tahun 2024 gelombang 2 bulan Mei, Juni, dan Juli.
Di tahap ini ada sebanyak 73.506 peserta didik yang ditetapkan sebagai penerima KJP Plus thap 1 tahun 2024 gelombang 2 ini.
Akan tetapi, rupanya pencairan bantuan KJP Plus ini juga menimbulkan polemik baru di tengah para penerima KJP.
Pasalnya, banyak peserta didik yang semula ditetapkan sebagai penerima KJP Plus namun ternyata statusnya dibatalkan.
Kebanyakan para peserta didik ini semula status penerimaan KJP Plus-nya masih proses verifikasi dinas pendidikan selama berbulan-bulan.
Kemudian statusnya berubah menjadi dibatalkan, dengan kata lain peserta didik ini tidak lagi ditetapkan menjadi penerima KJP Plus.
Lantas, apakah hasil verifikasi yang menyebabkan para penerima KJP Plus ini menjadi yang gagal cair ini?
Dari pengakuan para penerima KJP Plus yang gagal cair di kolom komentar unggahan Instagram @upt.p4op yang dikutip pada Selasa, 16 Juli 2024, terungkap penyebabnya.
Kebanyakan penyebab hasil verifikasi para penerima KJP Plus ini menjadi gagal cair karena berkaitan dengan daya listrik dan kendaraan yang dipakai di rumah masing-masing.
“Parah bangettt..kemaren org dinsos kesini blg di KK saya ada yg punya kendaraan roda 4. Udh diurus ke Samsat biar cepat selesai. Eh malah skrg dibatalkan krn listrik Watt 1300 dan rumah ber AC dianggap mampu. Pdhl kendaraan roda 2 aja saya ga punya apalagi roda 4 skrg permasalahan listrik yg dimana saya Cuma numpang rumah orang tua seding banget 2.2nya kjp anak saya diputus. SD negeri dan SMP swasta,” komentar @tri_aryn30.
“Tetangga listrik 2200 lantai 3 kok dpt giliran saya listrik 1300 ga punya kendaraan suami ga kerja malah dibatalkan aneh bgt..yg rumahnya gedong pake AC malah dpt duluan,” tulis @ernifachrezy.
“Min numpang nanya dong, saya rumah ngontrak trs kjpnya dibatalin grgr terdeteksi listrik 1300 watt kan ini ngontrak listrik bareng bareng ini juga cuman ngontrak sekamar gmn atuh huu,” keluh @_rama,rahardiann.
Akun @d_sthy2212 juga mengungkapkan hal senada, “Saya barusan cek di link nya..masa saya batal menerima KJP. Katanya punya kendaraan bermotor dan rumah ada AC-nya….ya Allah..semua orang pasti punya kendaraan bermotor. Kok dipersulit bgt kalau buat rakyat.”***

Share this article
Pencairan bantuan sosial bidang pendidikan dari Pemprov DKI Jakarta yaitu KJP Plus saat ini tengah disalurkan.