AYOJAKARTA.COM - Saat kita mengisi bahan bakar di SPBU, tak jarang kita melihat pos pengisian ban kendaraan dengan nitrogen.
Selain ada di SPBU, pengisian ban kendaraan dengan nitrogen juga ada di bengkel biasa yang juga menyediakan pengisian angin biasa.
Meskipun sama-sama angin, rupanya ada perbedaan yang harus pengendara pahami sebelum mengisikan angin pada ban kendaraan.
Baca Juga: Lagi-Lagi Anies Dapatkan Dukungan dari Buruh, Apa Motifnya?
Ada beberapa perbedaan yang perlu dipahami antara angin biasa atau oksigen dengan nitrogen.
Mengutip dari artikel pada laman resmi Astra Honda, komposisi udara yang kita hirup berupa 78% nitrogen, 21% oksigen, dan sisanya gas lain.
Dan kalau yang dimaksud isi gas nitrogen untuk ban, konsentrasi nitrogennya sudah diatas 99% alias hampir murni.
Sifat nitrogen sendiri lebih kering dari oksigen atau angin biasa, dimana oksigen lebih mengandung banyak uap air.
Baca Juga: Prestasi Mendunia! BRI Juara Tunggal dari Indonesia, Sabet Sustainable Finance Awards 2023
Perlu diketahui, uap air yang tertimbun di dalam ban terlalu lama rupanya bisa menyebabkan kerusakan pada bagian dalam ban.
Berbeda dengan nitrogen yang kering, ia tidak mengandung uap air sehingga untuk pemakaian jangka panjang jauh lebih awet untuk ban kendaraan.
Selain itu, dilihat dari bobot yang dihasilkan, penggunaan nitrogen juga memiliki bobot yang lebih ringan.
Nitrogen juga memiliki sifat yang lebih tahan panas jika dibandingkan dengan angin biasa atau oksigen.
Pada pemakaian ban motor dengan kurun waktu yang lama, disarankan untuk menggunakan nitrogen.
Baca Juga: Status 'Aku Ikhlas' Happy Asmara di Medsos Jadi Sorotan, Galau Ditinggal Nikah Denny Caknan?
Hal itu karena pemuaian pada ban yang diisi dengan nitrogen akan lebih rendah.
Dan dengan demikian tekanan ban tidak akan naik secara drastis seperti ban yang diisi dengan menggunakan angin biasa atau oksigen.
Contohnya, jika ban dengan angin biasa dikendarai pada siang hari dengan jarak tempuh sekitar 50 kilometer akan terjadi peningkatan tekanan angin hingga 3 psi. Sementara jika ban menggunakan nitrogen kenaikan tekanan ban hanya sekitar 0,5 psi.
Apalagi jika kendaraan yang digunakan untuk perjalanan jauh tetapi ban diisi menggunakan angin biasa, maka tekanan ban yang dihasilkan akan jauh lebih banyak.
Dan hal itu bisa beresiko membahayakan yaitu ban pecah, apalagi bila kondisi ban kendaraan sudah tidak bagus lagi.
Baca Juga: Status 'Aku Ikhlas' Happy Asmara di Medsos Jadi Sorotan, Galau Ditinggal Nikah Denny Caknan?
Maka disarankan lebih baik mengeluarkan uang sedikit lebih banyak dengan mengisi ban kendaraan dengan nitrogen agar ban tetap awet dan menjaga keselamatan serta kenyamanan dalam berkendara.
Hati-hati, jangan sampai mencampur angin biasa dengan nitrogen ya, karena resikonya akan sama dengan pengisian ban yang menggunakan angin biasa atau oksigen.***

Share this article
Lebih baik isi angin ban kendaraan dengan angin biasa atau nitrogen? mana yang lebih bagus? Ternyata ini jawabannya