TEBET, AYOJAKARTA.COM –Pradi Supriatna dan Afifah Alia, pasangan calon walikota dan wakil walikota Depok, mendapatkan dukungan dari Partai Gelora yang langsung disuarakan oleh Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah.
Dukungan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia terhadap pasangan Pradi dan Afifah itu disebarluaskan Fahri Hamzah melalui rekaman pendek yang disebar melalui akun media sosialnya, @fahrimahzah.
“Depok itu gudangnya kaum intelektual, gudangnya orang-orang hebat. Tapi selama ini kontrol terhadap Depok dilakukan oleh partai yang cenderung konservatif dan tertutup, tidak mau terbuka.”
Begitu Fahri Hamzah membuka rekaman video dukungannya kepada Pradi dan Afifah. Dukungan Partai Gelora bakal menjadi amunisi penting bagi pasangan itu karena selama ini Kota Depok selalu dipimpin oleh walikota dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Partai Gelora sendiri boleh dibilang adalah pecahan PKS. Partai baru itu dipimpin oleh Ketua Umum Anis Matta yang pernah menjabat Presiden PKS dan petinggi partai itu seperti Fahri Hamzah dan Mahfudz Siddiq.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menetapkan dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok untuk Pilkada Depok 2020 yakni Pradi Supriatna dan Afifah Alia serta Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono.
Pradi dan Afifah dengan nomor urut 01 diusung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan sejumlah partai nonparlemen.
Sementara itu, pasangan nomor urut 02 Idris dan Imam Budi diusung oleh PKS, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Berkarya.
Pertarungan di Pilkada Kota Depok sebenarnya pertarungan antar-incumbent. Idris saat ini menjabat Wali Kota Depok sedangkan Pradi sebagai Wakil Wali Kota Depok.
Terkait dengan hal itu, Fahri Hamzah menyebut bahwa hampir 15 tahun belakangan, semua Wali Kota Depok selalu konflik dengan wakilnya. “Dan saudara Pradi itu adalah korban terakhir. Saya tahu ini karena ada sistem tertutup yang tidak menghendaki perubahan.”
Menurut Fahri, Depok adalah kota metropolitan luar biasa dan paling dekat dengan Jakarta. Depok, tambahnya, harus menjadi sebuah kota mandiri yang bisa membuat warganya patut berbangga.
“Tidak kemudian Depok kemudian digelayuti oleh persoalan konflik elite, konflik politik, konflik dari Jakarta, Tapi kotanya tidak terurus. Tambah kotor, tambah banjir, tambah macet, tambah kumuh dan lain sebagainya.”
Menurut dia, Pradi dan Afifah adalah dua tokoh muda yang datang dengan sadar bahwa merea harus dapat membawa Depok keluar dari persoalan lama itu. “Oleh karena itu kita harus menyongsong era baru Depok yang dipimpin oleh semangat kolaboratif.”
KPU Kota Depok telah menetapkan jumlah daftar pemilih sementara (DPS) pilkada serentak itu sebanyak 1.230.341 pemilih. Pilkada Depok 2020 akan digelar pada 9 Desember 2020.

Share this article
Wah, Fahri Hamzah & Partai Gelora Dukung Pradi & Afifah, Lawan dari PKS di Pilkada Depok