AYOJAKARTA.COM — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menginformasikan bahwa pencairan bantuan sosial triwulan pertama tahun 2025 sudah hampir paripurna dengan target penyelesaian sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pada Selasa, 18 Februari 2025 di Kantor Kementerian Sosial, proses penyaluran bantuan sosial telah mencapai progres signifikan.
Hal yang perlu diperhatikan oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah bahwa penyaluran bantuan sosial triwulan pertama 2025 ini masih menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sedangkan untuk triwulan kedua akan menggunakan data terbaru.
Gus Ipul menegaskan, untuk triwulan kedua nanti baru menggunakan data terbaru DTSEN, sekarang masih data yang lama DTKS.
Perubahan sumber data ini tentunya akan berdampak signifikan, di mana tidak semua penerima bantuan saat ini akan tetap terdaftar sebagai penerima pada tahap berikutnya.
Baca Juga: JUMAT BERKAH! Bansos BPNT Tahap 1 2025 Cair di KKS Bank BRI, KPM Sudah Bisa Cek Saldo Secara Berkala
Sementara di sisi lain akan ada penerima baru yang masuk berdasarkan hasil validasi data DTSEN tersebut.
Menteri Sosial juga mengajak seluruh kepala daerah untuk terlibat aktif dalam proses verifikasi dan validasi data.
Proses pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama 2025 telah dimulai secara massal sejak pekan kedua bulan Februari di berbagai Bank Himbara (Himpunan Bank Negara) seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BSI.
Meskipun mayoritas KPM sudah melakukan pencairan, masih terdapat banyak penerima yang belum mencairkan bantuannya karena proses penyaluran dilakukan secara bertahap melalui beberapa gelombang.
Berdasarkan pantauan pada aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation), pencairan bantuan untuk KPM yang belum menerima akan disalurkan pada gelombang-gelombang berikutnya, dengan periode penyaluran tahap 1 tahun 2025 yang berlangsung hingga bulan Maret 2025.
Baca Juga: Jelang Ramadhan Pencairan Bansos Disesuaikan, Gus Ipul Sebut Target Graduasi ke Program Pemberdayaan Capai 3,3 Juta Keluarga
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan bantuan belum tersalurkan, salah satunya adalah proses verifikasi rekening penerima yang dilakukan secara ketat oleh Kementerian Sosial melalui aplikasi Online Monitoring System Perbendaharaan Negara (OMSPAN).
Aplikasi ini berfungsi untuk mendeteksi perbedaan data kependudukan dengan data yang ada di bank, sehingga hanya data yang padan antara data dukcapil (kependudukan), DTKS, dan data bank yang dipastikan dapat ditransfer dengan lancar.
Terdapat kabar baik bagi KPM yang menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia, status keterangan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) untuk bantuan PKH dan BPNT periode Januari-Maret 2025 sudah berstatus "SII" di sistem.
Daftar BNBA (Bantuan Non Belanja Anggaran) yang memuat nama-nama penerima telah dibagikan ke grup pendamping, dan dalam waktu dekat PT Pos akan mulai mempersiapkan undangan pencairan bagi para penerima manfaat.
Seperti mekanisme yang berlaku selama ini, bagi penerima PKH plus BPNT melalui PT Pos, penarikan kedua jenis bantuan tersebut akan dilakukan secara bersamaan.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan pada aplikasi SIKS-NG pada Jumat, 21 Februari 2025, proses pengecekan rekening untuk KPM yang belum menerima bantuan PKH dan BPNT masih terus berlangsung.
Kabar baiknya, sudah banyak KPM yang berstatus "berhasil cek rekening", yang berarti mereka tidak perlu khawatir mengenai kelanjutan penerimaan bantuan dan hanya perlu bersabar menunggu giliran pencairan.
Seluruh proses penyaluran bantuan sosial tahap pertama 2025 ini ditargetkan akan tuntas sebelum bulan Ramadhan tiba.
Sehingga seluruh KPM yang terdaftar sebagai penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka selama bulan suci.***

Share this article
Seluruh proses penyaluran bantuan sosial tahap pertama 2025 ini ditargetkan akan tuntas sebelum bulan Ramadhan.