Dari Bandung ke Paris, UMKM Dama Kara Tunjukkan Sisi Elegan Kreativitas yang Melewati Keterbatasan

Rima Insania (paling kiri) Commercial Manager Darma Kara.

Rima Insania (paling kiri) Commercial Manager Darma Kara.

AYOJAKARTA.COM -- Di balik gemerlap Paris Fashion Show 2024, ada kisah inspiratif dari sebuah brand lokal asal Bandung yang membuktikan karya tradisional Indonesia bisa bersanding dengan tren global, yakni Dama Kara.

Mengusung misi lebih dari sekadar fesyen, Dama Kara menjelma menjadi representasi kekuatan budaya, keberlanjutan, dan pemberdayaan sosial. 

Dalam debutnya di Paris, mereka tak hanya tampil memukau lewat busana batik modern, tetapi juga membawa koleksi unik berupa sepatu dan sandal berbahan limbah kain batik. 

Konsep sustainable fashion yang mereka usung mendapat sambutan hangat dari pasar Eropa yang kini semakin peduli pada produk ramah lingkungan dan buatan tangan (handmade).

Namun, pencapaian ini tak datang dalam semalam. Sejak berdiri pada 2020, Dama Kara konsisten membangun jati diri sebagai brand yang mengangkat teknik kriya tradisional Indonesia, seperti batik cap, bordir, tenun, dan tusuk jelujur. 

Tidak hanya itu, mereka juga mengembangkan koleksi sarimbit atau family set, sebuah konsep busana serasi untuk seluruh anggota keluarga yang cocok digunakan di berbagai kesempatan.

"Sejak awal berdiri, sebenarnya tantangan Dama Kara itu dari motifnya. Jadi kita itu punya motif namanya Gayatri dengan garis dua. Itu adalah motifnya Dama Kara. Mungkin motif ini dianggap tidak konvensional, lebih berjiwa muda, sehingga waktu kita banyak demand ke perajin jadi banyak yang meniru. Jadi mungkin kalau kita lihat di e-commerce itu banyak banget produk-produk yang motifnya seperti Dama Kara, tapi sebenarnya yang memproduksi bukan kita," papar Rima Insania, Commercial Manager Darma Kara, saat diwawancara oleh ayojakarta.com pada Februari 2025 lalu.  

Baca Juga: Dama Kara Merangkai Warisan Budaya dan Pemberdayaan Sosial dalam Balutan Fashion Lokal

Selain motif unik yang tidak konvensional, ihwal yang membuat Dama Kara berbeda adalah caranya merajut bisnis dengan nilai-nilai sosial yang kuat. Mereka memberdayakan perajin lokal dari Solo, Pekalongan, Garut, Soreang, hingga Cileunyi.

Para ibu rumah tangga dan pengrajin kampung dilibatkan dalam proses produksi, sehingga brand ini tidak hanya mengangkat budaya, tetapi juga menghidupkan roda ekonomi masyarakat lokal.

Lebih jauh, Dama Kara membuka ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk turut berkarya. 

Berkolaborasi dengan yayasan, mereka mengajak anak-anak disabilitas berkontribusi dalam tahap desain. Hasil gambar atau tusuk jelujur buatan tangan mereka kemudian dijadikan bagian dari produk Dama Kara. 

Inklusivitas ini tidak hanya memberi peluang pada kelompok rentan, tetapi juga menambah nilai unik pada setiap karya yang dihasilkan.

"Jadi koleksi di Dama Kara itu dibagi menjadi dua (komersial dan kolaboratif). Untuk yang kita berkolaborasi dengan anak berkebutuhan khusus ini, sifatnya kita akan profit sharing dengan yang bersangkutan," sambungnya.

Semua langkah progresif ini mendapatkan dorongan signifikan berkat keikutsertaan Dama Kara dalam program pembinaan UMKM dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). 

Lewat BRI, Dama Kara mendapatkan akses ke berbagai pelatihan, promosi, serta dukungan permodalan. Tidak sedikit peluang emas seperti partisipasi dalam expo tingkat nasional maupun internasional datang melalui pintu BRI, termasuk kesempatan tampil di Paris Fashion Show.

Berkat dorongan dari BRI, Dama Kara tidak hanya mampu menguatkan branding, tetapi juga memperluas jangkauan pasar, dari konsinyasi di dalam negeri hingga pengiriman produk ke Korea Selatan dan Perancis. 

Meskipun skalanya belum besar, langkah kecil ini menunjukkan potensi luar biasa dari UMKM lokal jika diberi ruang berkembang.

Baca Juga: Bertahan, Berdagang Pakaian, dan Membesarkan Harapan dengan KUR BRI di Cibuaya

"Mudah-mudahan BRI tetap support UMKM lokal, bisa membawa nama UMKM lokal ke seluruh penjuru Indonesia. Kalau ada kesempatan bisa juga memberangkatkan UMKM lokal ke tingkat internasional, supaya masyarakat dunia lebih tahu kalau UMKM lokal secara kualitas bisa disandingkan dengan merek global," tutup Rima. (*)

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Nasional 07 Jun 2026, 13:08 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jasa Marga Tegaskan Aksi Nyata Kurangi Emisi Karbon

Jasa Marga memperkuat komitmen iklim melalui Roadmap Net Zero Emission dan berbagai aksi pengurangan emisi.

Nasional 07 Jun 2026, 12:56 WIB

PNM Dorong Pemberdayaan dan Kenaikan Pendapatan Nasabah untuk Lawan Rentenir

PNM Mekaar hadir dengan pembiayaan dan pendampingan untuk membantu nasabah berkembang serta menjauhi rentenir.

Bisnis 07 Jun 2026, 12:46 WIB

HR Asia Anugerahkan BNI Predikat Best Companies to Work for in Asia 2026

BNI kembali meraih Best Companies to Work for in Asia 2026 dari HR Asia berkat budaya kerja dan SDM unggul.

News 07 Jun 2026, 12:36 WIB

Pertamina Patra Niaga JBB Tegaskan Distribusi BBM Publik Normal usai Kecelakaan Mobil Tangki Industri di Cipali

Pertamina memastikan pasokan dan distribusi BBM masyarakat tetap aman pascainsiden mobil tangki industri di Tol Cipali.

Metropolitan 07 Jun 2026, 12:34 WIB

CFD Rasuna Said Bukan Hanya Tempat Olahraga, Turut Jadi Ruang Sosialisasi Pilah Sampah!

Selain menjadi tempat baru untuk berolahraga, CFD Rasuna Said menjadi tepat untuk memberikan informasi terkait Gerakan memilih sampah.

Metropolitan 07 Jun 2026, 12:23 WIB

CFD Rasuna Said Resmi Dibuka, Pramono Anung: Potensi Jadi Landmark Baru

Resmi dibuka rutin tiap minggu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir di Car Free Day (CFD) dengan berolahraga di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/6).

Sport 07 Jun 2026, 11:38 WIB

Raymond-Joaquin ke Final Indonesia Open 2026, BNI Tegaskan Pentingnya Pembinaan

BNI mengapresiasi Raymond-Joaquin yang lolos ke final Indonesia Open 2026 sebagai hasil pembinaan berkelanjutan.

Metropolitan 07 Jun 2026, 10:43 WIB

Pemprov DKI Bekerjasama dengan BMKG Siapkan EWS, Ini Deretan Fungsinya!

Upaya menjadi sistem peringatan dini kualitas udara, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sedang menyiapkan early warning system (EWS).

Metropolitan 07 Jun 2026, 10:14 WIB

Imbauan Gunakan Masker! Kualitas Udara DKI Jakarta Terburuk ke 2 di Dunia, Bisa Picu Penyakit ISPA

Imbauan bagi masyarakat yang akan beraktivitas di luar rumah pada Minggu, 7 Juni 2026 untuk menggunakan masker.

Metropolitan 07 Jun 2026, 09:58 WIB

Dipastikan Cerah! BMKG Prediksi Cuaca DKI Jakarta Minggu 7 Juni Tidak Ada Hujan, Suhu Capai 35 Derajat!

Informasi prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Minggu, 7 Juni 2026.

Ekonomi 07 Jun 2026, 06:31 WIB

Satu Dekade, Public Gold Indonesia Targetkan 10 Juta Pelanggan di 2030

Public Gold Indonesia tidak hanya dipercaya menjadi layanan penyedia logam mulia bagi individu maupun korporasi, tetapi secara aktif mengedukasi masyarakat untuk memahami emas

Internasional 06 Jun 2026, 23:15 WIB

Iran Balas Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Selat Hormuz Terancam Ditutup Total

Iran menyerang pangkalan militer AS di Kuwait & Bahrain dengan rudal balistik. Dampaknya, pasar energi global terguncang, Selat Hormuz terancam ditutup, dan Rupiah sempat anjlok ke Rp18.095 per dolar

Metropolitan 06 Jun 2026, 21:16 WIB

Info Lengkap Reading Hours Jakarta Future Festival 2026: Lokasi, Jadwal, dan Cara Ikut

Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di TIM gelar sesi gratis "Reading Hours" bersama Silent Book Club Jakarta pada Minggu, 7 Juni, jam 09.00-10.00 WIB. Cukup bawa buku sendiri ke Lobi Gedung Trisno.

Ekonomi 06 Jun 2026, 19:40 WIB

Makan Bergizi Gratis Bikin APBN Jebol? Ini Jawaban Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya tegaskan program Makan Bergizi Gratis tak ancam APBN, defisit aman 2-3%. Meski ada sentimen negatif, ekonomi kuat. Program libatkan UMKM & disinergikan dengan BI demi stabilitas Rupiah.

Jakarta Selatan 06 Jun 2026, 17:20 WIB

Jadwal HBKB Rasuna Said Minggu Ini, Ada Cinta Laura hingga Bazar Murah!

HBKB Rasuna Said dimulai Minggu, 7 Juni 2026 pukul 05.30-09.00 WIB. Acara dimeriahkan Cinta Laura, parade sampah, bazar pangan murah, festival UMKM, ondel-ondel, dan pendaftaran KLG lansia/disabilitas

Bisnis 06 Jun 2026, 16:49 WIB

PNM Bangun Budaya Kerja Apresiatif Lewat PNM Excellence Awards 2026

27 tahun PNM bareng 70 ribu insan luncurkan PNM Excellence Awards 2026. Simak langkah besar bangun budaya kerja apresiatif di sini!

Ekonomi 06 Jun 2026, 16:35 WIB

PNM Siapkan Langkah Transformasi Berbasis Kebermanfaatan yang Berkelanjutan

PNM mulai babak baru transformasi berbasis kebermanfaatan. Temukan strategi pemberdayaan UMKM dan komitmen sosiokultural untuk Indonesia maju!

Gadget 06 Jun 2026, 15:31 WIB

Bocoran Galaxy Z Fold 8 Ultra Muncul di Bluetooth SIG, Samsung Siap Rilis HP Lipat Kasta Tertinggi!

Samsung rilis Galaxy Z Fold 8 standar (desain paspor 201g) & Z Fold 8 Ultra (Snapdragon 8 Elite Gen 5, kamera 200MP) pada 22 Juli 2026 di London guna hadapi Huawei & Apple.

Gadget 06 Jun 2026, 14:42 WIB

Xiaomi 17T, HP Midrange Rasa Flagship yang dengan Sistem Operasi Bersih Tanpa Iklan

Xiaomi 17T rilis Rp8-9 juta dengan Dimensity 8500 (AnTuTu 2M+) & periskop Leica 5x. Diulas GadgetIn, HP 6,59 inci ini punya baterai jumbo 6.500 mAh serta OS bersih tanpa iklan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:51 WIB

Nggak Hanya di Kalender, Nama-nama Hari ini Juga Jadi Nama Pasar di Jakarta, Ada yang Sudah Tutup

Penamaan pasar di Jakarta ini berdasarkan hari merupakan tradisi yang berkembang sejak masa kolonial.