AYOJAKARTA.COM -- Di sudut hiruk pikuk Pasar Cibuaya, Karawang, dengan cuaca yang panas, Popon Fauziah masih setia melayani pembeli yang datang silih berganti.
Perempuan kelahiran 1960 ini merupakan pedagang pakaian yang telah menjalani profesinya sejak awal tahun 2000-an.
Ia tidak hanya dikenal sebagai penjual yang tekun, tetapi juga sebagai sosok ibu yang berhasil mengantarkan 6 anaknya (4 perempuan dan 2 laki-laki) menempuh pendidikan hingga bangku kuliah.
Perjalanan Popon menuju saat ini tidaklah mudah. Sebelum menetap di Cibuaya, Popon dan suaminya, almarhum Nandang Bahtiar, sempat beberapa kali berpindah tempat tinggal akibat usaha yang tidak berhasil.
Pada tahun 1994, pasangan ini mulai menetap dan bekerja menjaga sebuah toko emas. Beberapa tahun kemudian, Popon memutuskan untuk memulai usaha sendiri di pasar.
“Saya mulai berdagang pakaian sekitar awal tahun 2000. Waktu itu keadaannya pas-pasan, tapi saya berpikir, kalau tidak mulai usaha sendiri, kami akan terus hidup serba kekurangan,” ungkap Popon saat ditemui di lapaknya, 7 April 2025.
Baca Juga: Banyak Ibu-Ibu yang Suka Pakai BRImo, Ini Cara Ubah Bahasa di Aplikasinya
Perjalanan wirausaha yang ia jalani juga turut dibantu oleh berbagai skema pinjaman, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Meski awalnya tidak terlalu mengenal nama-nama program kredit yang ia peroleh, Popon mengingat dua program KUR yang sangat membantunya.
“Dulu pernah dapat pinjaman dari BRI tahun 2019, Rp10 juta, saya lunasi dalam setahun. Lalu tahun 2021, dapat lagi sekitar Rp20 juta, dan itu selesai saya bayar dalam dua tahun,” ujarnya.
Dana KUR tersebut digunakan untuk menambah stok dagangan, terutama menjelang masa-masa ramai seperti bulan Ramadan. Dengan tambahan modal tersebut, Popon dapat meningkatkan omzet dan menjaga kesinambungan usahanya, terlebih saat kondisi ekonomi tidak menentu.
“Biasanya saya belanja ke Tanah Abang, misalnya mumpung banyak yang cari baju baru menjelang Lebaran bulan lalu. Kalau tidak ada modal ya susah buat ngisi barang,” katanya.
Baca Juga: Dua Cerita Satu Aplikasi: Rika, Amalia, dan Kemudahan Transaksi BRImo yang Kini Dwibahasa
Setelah suaminya wafat pada tahun 2024, Popon tetap berdagang seorang diri. Ia membuka lapaknya setiap pagi, dan menutup menjelang sore. Meski usianya tak lagi muda, semangatnya untuk terus berdagang tidak pernah surut.
“Kalau cuma diam di rumah, saya malah makin kepikiran. Dengan berdagang, saya bisa tetap aktif, dan alhamdulillah masih ada pemasukan,” ujarnya.
Keberhasilan Popon tidak hanya terlihat dari kelangsungan usahanya, tetapi juga dari keberhasilan anak-anaknya. Keenam anaknya telah menyelesaikan pendidikan tinggi dan kini telah mandiri secara ekonomi.
“Anak-anak saya alhamdulillah sudah kerja semua. Ada yang kantoran, ada juga yang berdagang. Mereka setiap bulan masih rutin kirim uang buat tambahan,” ujarnya dengan nada syukur.
Popon tidak menaruh harapan berlebihan. Baginya, keberlanjutan usahanya saat ini sudah menjadi anugerah besar. Namun ia menyimpan satu harapan agar program seperti KUR terus berlanjut dan makin mudah diakses oleh pelaku usaha kecil lainnya.
“Saya berharap BRI terus memudahkan orang-orang kecil untuk mendapatkan KUR. Banyak orang tua seperti saya yang ingin anaknya bisa sekolah tinggi, tapi butuh modal usaha untuk bertahan,” tuturnya.
Popon adalah contoh nyata dari keteguhan dan daya juang seorang ibu. Dengan modal keberanian, kerja keras, dan sedikit bantuan dari lembaga keuangan, ia tidak hanya menjaga usahanya tetap hidup, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik bagi generasinya.
Kondisi tersebut sesuai dengan yang dipaparkan Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, yang menyebut bahwa strategi penyaluran KUR tidak hanya mengejar angka, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan.
Baca Juga: BRImo yang Kini Dwibahasa dan Cerita dari Dapur Kecil UMKM
Komitmen BRI dalam mendukung UMKM tak sebatas retorika. Sejak tahun 2015 hingga Februari 2025, total penyaluran KUR BRI mencapai Rp1.285 triliun kepada lebih dari 43 juta debitur, menjadikan BRI sebagai pemain utama dalam mendorong inklusi keuangan.
“Kami percaya, semakin luas akses pembiayaan KUR, semakin besar peluang UMKM untuk tumbuh, berkembang, dan berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional,” tutup Supari dalam keterangan resminya.
Share this article
Kisah Popon Fauziah, pedagang pakaian di Cibuaya, Karawang, yang merupakan penerima bantuan pinjaman KUR BRI.