AYOJAKARTA.COM - Motorola bersiap untuk kembali membangkitkan gairahnya di pasar smartphone Indonesia melalui sebuah perangkat dengan model XT23639 yang baru saja lolos sertifikasi TKDN.
Langkah strategis ini menandakan komitmen Motorola untuk kembali aktif di pasar Indonesia setelah beberapa waktu vakum.
Smartphone tersebut tercatat memiliki nilai TKDN sebesar 35,36% yang diajukan oleh PT Motorola Mobility Indonesia.
Hal ini menunjukkan upaya produsen untuk memenuhi regulasi pemerintah terkait komponen lokal.
Dikutip dari kanal YouTube Pricebook, Kamis (5/12/2024) ponsel ini diperkirakan adalah Moto G34 5G yang pertama kali dirilis di Cina pada Desember 2023.
Dan kemudian diluncurkan secara global di India pada Januari 2024.
Kehadiran smartphone 5G ini sangat dinantikan, terutama bagi konsumen Indonesia yang semakin haus akan konetivitas internet cepat.
Meskipun spesifikasi detail belum sepenuhnya terungkap, dukungan jaringan 5G sudah menjadi keunggulan tersendiri bagi perangkat ini dalam persaingan pasar smartphone di Indonesia.
Baca Juga: Bank Mandiri dan BRI Kompak Cairkan PKH dan BPNT November-Desember 2024, BNI Siap-Siap Menyusul!
Kembalinya Motorola ke pasar Indonesia memiliki makna strategis yang signifikan.
Setelah sempat kehilangan pamor di era persaingan smartphone yang sangat ketat, langkah ini menunjukkan tekad Motorola untuk membangun kembali kepercayaan konsumen.
Nilai TKDN yang mencapai 35,36% juga menandakan bahwa perusahaan serius dalam memenuhi regulasi pemerintah Indonesia.
Yang mensyaratkan produsen asing untuk menggunakan komponen lokal dalam produksinya.
Bagi ekosistem teknologi Indonesia, kedatangan kembali Motorola dapat menjadi angin segar bagi para konsumen yang mencari alternatif smartphone 5G dengan harga terjangkau.
Kehadiran merek yang sudah memiliki sejarah panjang di industri telekomunikasi ini diharapkan dapat memberikan pilihan baru dan meningkatkan persaingan di pasar smartphone tanah air.
Dengan fokus pada konektivitas 5G dan pemenuhan regulasi lokal, Motorola tampaknya siap untuk menulis ulang sejarahnya di Indonesia.***

Share this article
Nilai TKDN mencapai 35,36% menandakan bahwa Motorola serius dalam memenuhi regulasi pemerintah Indonesia.