JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Sebuah hasil penelitian baru-baru ini merilis tingkat depresi tertinggi di Indonesia ditemukan pada rentang usia remaja atau dewasa muda.
Adapun tingkat depresi semakin banyak terjadi selama masa pandemi.
Peneliti menemukan bahwa 21,8 persen orang yang disurvei mengalami gejala depresi sedang atau berat.
Dari hasil tersebut, perempuan memiliki tingkat gejala depresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Sementara hasil survei menunjukkan sebanyak 21,4 persen laki-laki dan 22,3 persen perempuan diketahui mengalami gejala depresi sedang atau berat.
Baca Juga: Depresi karena Sakit TBC Tak Kunjung Sembuh, Pria di Tebet Gantung Diri
Sebagai kerabat atau sahabat jika ada seseorang yang kita sayangi tengah mengalami depresi suport sistem dari orang disekeliling adalah keniscayaan.
Sementara melansir laman Studyfinds melalui akun Instagram @indopsikologi Jumat (10/12/2021) sebuah studi baru dari Baylor University telah membawa legitimasi pada pepatah lama, 'less is more'.
Baca Juga: Lucinta Luna Pakai Narkoba karena Depresi Ingin Bunuh Diri
Kadang seseorang lebih baik untuk tidak mengatakan apa-apa ketika orang yang dicintai sedang tertekan atau stres.
Para peneliti mengatakan bahwa menahan diri dari kritik, negativitas, dan pengabaian ketika orang yang dicintai sedang mengalami masa-masa yang penuh tekanan lebih bermanfaat daripada berusaha untuk memberi semangat atau positif.
Mereka sedang sensitif dan bisa menjadi lebih tertekan.
Baca Juga: Millen Cyrus Minum Obat Gangguan Jiwa karena Depresi
Hal yang paling baik untuk dilakukan adalah memberi kenyamanan, dengarkan jika ia ingin bercerita.
Beri gestur tulus penuh kasih sayang bisa membuatnya tenang. Ketika tujuannya adalah untuk meningkatkan perasaan kesejahteraan dan mengurangi stres, mungkin lebih penting untuk mengurangi perilaku negatif.

Share this article
Peneliti menemukan bahwa 21,8 persen orang yang disurvei mengalami gejala depresi sedang atau berat.