AYOJAKARTA.COM – Trauma menggambarkan respons emosionalmu terhadap sebuah pengalaman yang membuat merasa terancam, takut, dan tak berdaya.
Tidak ada batasan pasti tentang seberapa jauh trauma bisa terjadi, suatu peristiwa traumatis tidak hanya seperti kecelakaan mobil.
Namun peristiwa trauma juga bisa kompleks atau berlangsung secara terus-menerus dan berulang dalam jangka waktu tertentu, seperti pengabaian.
Baca Juga: 6 Kebiasaan Merusak Diri Sendiri, Disadari atau Tidak Kesehatan Mental Bisa Hancur
Trauma dapat mengaburkan pandanganmu tentang bagaimana dunia beroperasi dan siapa dirimu sebagai individu.
Gangguan ini dapat memiliki efek domino pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari rencana-rencana untuk masa depan, hingga kesehatan fisik.
Proses penyembuhan seringkali memerlukan waktu yang lama, dan pemulihan dari trauma juga tidak selalu berjalan mulus.
Pemulihan dari trauma dapat memiliki banyak cara, hal ini mungkin dapat membantu dalam prosesnya, dikutip oleh AyoJakarta dari Healthline, pada Selasa (29/8/2023):
Baca Juga: Inilah 4 Jenis Respons Trauma yang Tak Disadari, Salah Satunya Bertindak Tanpa Pertimbangan Matang
1. Proses pemulihan terjadi secara bertahap
Trauma bukanlah sesuatu yang bisa kamu atasi dengan sekali tepuk jari, pemulihan umumnya terjadi dalam beberapa tahapan.
Menurut Model Transformasi yang Diperpanjang, pemulihan dari trauma terjadi dalam lima tahapan, yaitu:
- Karakteristik sebelum trauma
- Merenung
- Sentralitas peristiwa
- Kontrol
- Penguasaan
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Punya Kesehatan Mental yang Sangat Kuat
Perjalanan pemulihan trauma tidak harus mengikuti sesuai dengan langkah-langkah tersebut, tetapi ini hanya sebagai kerangka kasar.
2. Ini bukanlah perlombaan
Membaca cerita tentang proses pemulihan orang lain mungkin dapat memberikan inspirasi dan membantu kamu merasa lebih tidak.
Walaupun begitu, cobalah menghindari godaan untuk menggunakan kisah orang lain sebagai tolok ukur untuk menilai perjalananmu sendiri.
Bahkan jika seseorang menghadapi trauma yang sama denganmu, kemungkinan mereka tetap memiliki pengalaman dan solusi yang berbeda.
Baca Juga: Menjadi Peristiwa yang Tidak Mudah Dilupakan, Inilah Lima Tanda Seseorang Masih Dihantui Trauma
Perlu diingat bahwa perjalananmu adalah milikmu sendiri dan keberhasilan orang lain tidak menghapus kemajuan yang sudah kamu capai.
3. Pemulihan terkandung pada dirimu sendiri
Trauma tidak terjadi begitu saja, begitu juga dengan penyembuhannya.
Identitasmu akan sangat mempengaruhi terhadap respon dan proses penyembuhan dari trauma.
Program yang akan dipilih dalam proses pemulihan juga akan disesuaikan dengan identitas dan latar belakang.
Baca Juga: Penting Lho, Mengenal Personal Boundaries Agar Kesehatan Mental Diri Sendiri Terjaga
4. Pertumbuhan pasca trauma bisa terjadi
Pertumbuhan pasca trauma menggambarkan perubahan positif dalam hidup yang berasal dari pemulihan setelah mengalami trauma.
Contoh pertumbuhan pasca trauma:
- Kamu mungkin merasa lebih percaya diri, mampu, atau tegas daripada sebelum peristiwa traumatis terjadi.
- Kamu merasa mampu membangun ikatan yang lebih erat dengan orang lain atau memperluas jaringan dukungan Anda.
5. Peduli pada diri sendiri
Masyarakat pada umumnya sering tidak memiliki kesabaran terhadap proses penyembuhan, kamu mungkin akan bertemu dengan orang-orang yang mengatakan untuk "melupakan" trauma atau "sudah move on saja".
Kamu bisa menghiraukan hal tersebut sebagai upaya peduli pada diri sendiri, karena terkadang beberapa pernyataan seperti itu justru tidak membuatmu menjadi lebih baik.***

Share this article
Pemulihan dari trauma dapat memiliki banyak cara. Perhatikan beberapa hal ini agar proses lebih mudah.