AYOJAKARTA.COM - Apa yang sering mengecewakan kita? Kalau mau jujur, sebagian besar kekecewaan kita berasal dari harapan yang tidak terpenuhi.
Saat kita berharap pada sesuatu di luar kuasa kita, dan itu tidak memenuhi harapan kita, maka kita akan kecewa.
Contoh yang paling lazim adalah kita berharap orang lain memahami kita, dan faktanya mereka tidak bisa memahami kita, kita pun jadi kecewa.
Baca Juga: Tes IQ: Temukan Keanehan Pada Gambar Ini Dalam Waktu 8 Detik, Apa Hal Aneh Yang Ada Pada Gambar Ini?
Psikolog Indah melalui akun TikTok @sundarindah mengingatkan kita untuk tidak berharap bahwa orang lain selalu paham kondisi kita.
Tapi, berharaplah kamu yang jauh lebih memahami kondisi kamu sendiri.
Kita tidak bisa mengontrol bagaimana respons, perilaku, pendapat, ataupun pandangan orang lain terhadap kita.
Satu-satunya yang bisa kita kontrol adalah diri kita sendiri.
Seringkali kita merasa marah, sakit hati, sedih, ataupun kecewa terhadap respons dan pandangan orang lain.
Padahal itu adalah hak mereka untuk memberikan respons ataupun pandangan.
Walaupun ternyata respons dan pandangan mereka tidak sesuai dengan harapan kita, kita bisa memilih mau mendengarkan atau meninggalkan.
Baca Juga: PNM Excellence Award, Bukti Nyata Apresiasi PNM untuk Karyawan dan Unit Kerja Terbaik
Yang jelas, jangan sampai respons ataupun pandangan orang itu menjadi satu-satunya standar untuk memperbaiki diri kita.
Seolah kita selalu butuh validasi dari orang lain, kita selalu berharap orang lain yang mengerti kita.
Berharaplah kita menjadikan diri kita kemarin itu sebagai standar untuk memperbaiki diri kita yang saat ini.
Supaya kita bisa fokus sama diri kita dan tahu mana yang terbaik buat diri kita sendiri.
***
Share this article
Apa yang sering mengecewakan kita? Kalau mau jujur, sebagian besar kekecewaan kita berasal dari harapan yang tidak terpenuhi.