AYOJAKARTA.COM – Jantung merupakan organ pada tubuh manusia yang berperan besar dalam mengatur sistem peredaran.
Melalui detakkan Jantung, oksigen yang tersimpan pada sel darah didistribusikan ke seluruh bagian tubuh sehingga mendapat asupan untuk bergerak.
Selain Jantung, fakta medis mengungkap bahwa organ pengatur sistem peredaran darah pada tubuh manusia juga terdapat pada otot Betis.
Karena fakta tersebut, sejumlah kalangan kemudian menyebut atau memberikan istilah bahwa otot Betis merupakan jantung kedua pada tubuh manusia.
Disamping menjadi jantung kedua, berikut adalah sejumlah fakta menarik lainnya tentang otot betis yang masih belum banyak diketahui.
Fakta Menarik Otot Betis
Fakta kedua tentang otot betis sebagai jantung kedua pada manusia adalah tidak selalu dibutuhkan atau hanya berfungsi pada waktu tertentu.
Pembuluh darah sebagai penampung darah atau Venous Reservoir yang hanya bekerja pada waktu tertentu, dalam dunia medis dikenal dengan istilah Vinus Vena Otot.
Fakta ketiga tentang pembuluh darah pada otot betis atau bagian kaki adalah memiliki reservoir vena lebih kecil dari bagian tubuh lainnya.
Setiap kali seseorang mulai melangkah, reservoir atau penampung darah pada bagian kaki akan otomatis ikut bekerja sehingga menyebabkan kontraksi.
Hasil dari adanya kontraksi tersebut, akan membuat pembuluh darah bekerja untuk memompa darah bergerak menuju bagian jantung.
Katup pembuluh darah yang hanya bekerja satu arah, berfungsi untuk memastikan agar darah bergerak menuju ke jantung.
Fakta kempat tentang otot betis sebagai jantung kedua manusia adalah akan menganggur apabila tidak digerakkan.
Kondisi seperti berada di dalam mobil atau pesawat yang berlangsung selama berjam-jam, akan membuat kontraksi otot betis tidak terjadi.
Akibatnya, darah pada bagian kaki akan mengalami hambatan dan menyebabkan seseorang mengalami rasa tidak nyaman pada bagian kaki atau Insufisiensi Vena.
Untuk mencegah terjadinya Insufisiensi Vena atau Refluks Vena, pastikan untuk tetap membuat otot betis bekerja sehingga asupan darah terus memompa darah.
Beberapa indikasi yang dapat dirasakan oleh seseorang jika terjadi Refluks Vena adalah kaki terasa berat, lelah, nyeri serta terjadi pembengkakan pada bagian pergelangan kak.
Baca Juga: 12 MEI BERKAH! Dana Rp600.000 Mulai Cair di KKS Mandiri, Khusus Kategori Ini Mendapatkan Rp1,2 Juta
Selain itu, kondisi Refluks Vena juga terkadang ditandai dengan munculnya ruam atau perubahan warna pada bagian kulit kaki.
Fakta keenam tentang betis sebagai jantung kedua pada tubuh manusia adalah akan mengalami stagnasi hingga penggumpalan, apabila hanya digunakan untuk berbaring.
Kondisi terjadinya penggumpalan darah pada tubuh, dalam dunia medis dikenal dengan istilah Deep Vein Thrombosis atau DVT.
Untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima dan peredaran darah menjadi lancar adalah dengan melangkah atau berlari secara rutin. ***

Share this article
Selain Jantung, fakta medis mengungkap bahwa organ pengatur sistem peredaran darah pada tubuh manusia juga terdapat pada otot Betis.