AYOJAKARTA.COM - Libur lebaran kini telah tiba, jika Anda memiliki rencana mudik ke kota Jogja atau sekadar berwisata di kota gudeg tersebut.
Ada baiknya anda mencoba salah satu kuliner legendaris yakni ayam goreng Suharti yang ikonik.
Namun jangan salah, jika anda ingin mencicipi kuliner ayam goreng tersebut ada dua merek yang hampir sama dan dulunya merupakan satu kesatuan.
Dikutip dari akun Twitter @WarungKopiKita (178/4/2023), diceritakan awalnya ada sepasang suami istri yang melirik bisnis ayam goreng Mbok Berek dan cukup menjanjikan di tahun 1962.
Ayam goreng Mbok Berek sendiri dikatakan masih saudara dengan Ny. Suharti dan suaminya tersebut.
Selama 10 tahun Ny. Suharti dan suami memakai nama Mbok Berek, hingga akhirnya keduanya memberanikan diri lepas dari nama tersebut dan mendirikan Kedai pertama dengan nama ayam goreng Ny. Suharti di Jl. Sucipto No. 208.
Baca Juga: Sukses Dukung Usaha Kuliner & UMKM, DIGI Ramadhan Kulfest 1444 H di Masjid Cut Meutia
"Baru kemudian pada tahun 1972, mereka memberanikan diri melepas nama mbok berek dan mendirikan Kedai pertama ayam goreng ny. Suharti di Jl. Sucipto No. 208." Tulis akun Twitter @WarungKopiKita.
Bisnis ayam goreng Ny. Suharti pun berhasil berkembang pesat pada masanya, cita rasa yang khas membuatnya banyak digemari.
Hingga akhirnya ayam goreng tersebut membuka cabang di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Purworejo, Semarang, Medan hingga Bali.
Baca Juga: Nikmatnya Kuliner Santap Sahur di Sabang Jakarta Pusat, Ada Menu Nasi Goreng Gila!
Namun cerita kesuksesan sepasang suami istri tersebut harus berakhir di tahun 1990, pasalnya suaminya berselingkuh hingga membuatnya harus bercerai.
Tak hanya berhenti sampai disitu, bak sudah jatuh tertimpa tangga, bisnis yang dikembangkan bersama mulai dari nol akhirnya di akuisisi oleh sang suami.
Akhirnya Suharti pun bangkit dari keterpurukan dengan mendirikan bisnis ayam goreng sendiri.
Ia menyadari bahwa selama ini nama-nya lah yang membuat bisnis ini diingat oleh para pelanggannya.
Suharti kemudian menghapus Ny di depan namanya, dan menggunakan fotonya agar bisnis tersebut tidak mudah ditiru.
Logo itu pun berbeda dengan logo ayam goreng Ny. Suharti yang dikuasai oleh sang suami dengan gambar dua ayam.
Jadi jika anda ingin mencicipi salah satu hidangan khas kota Jogja ini, jangan salah pilih karena meskipun namanya hampir sama namun pemiliknya berbeda.***

Share this article
Kalau ke Jogja wajib cobain, ayam goreng Suharti vs Ny. Suharti jadi rekomendasi kuliner saat libur Lebaran.