SOLO, AYOJAKARTA.COM – Ayub Antoh dikenal publik Tanah Air sebagai pesepak bola. Namun, namanya kian melambung ketika diajak duet legenda sekaligus maestro campursari almarhum Didi Kempot.
Saat itu, eks pesepak bola PSIM Yogyakarta dan kini membela Martapura FC tersebut menyanyikan lagu legendaris Sewu Kutho. Bagi Ayub, Didi Kempot adalah salah satu idolanya yang mengubah nasibnya dari seorang pesepak bola menjadi penyanyi begenre dangdut.
“Lagu yang paling berkesan saat bersama almarhum ya Sewu Kutho. Didi Kempot menginspirasi saya untuk bernyanyi jawa. Saya biasa disapa Ayub Paijo dari kepanjangan Papua iso jowo,” ucapnya dengan senyum terkekeh kepada Ayojakarta.com saat ditemui di Solo.
Ayub yang merupakan putra asli Papua tersebut sangat fasih berbahasa Jawa. Tidak dipungkiri memang, Ayub sudah lama tinggal di Yogyakarta saat membela PSIM Yogyakarta.
Dia menjadi salah satu pengisi acara dalam pergelaran musik ‘Konser Ambyar Tak Jogeti Tribute to Didi Kempot’ di Gelora Bung Karno, Jakarta, 14 November 2020. Konser tersebut diperuntukan untuk mengenang dan meneruskan cita-cita Didi Kempot sebelum wafat pada 5 Mei 2020 karena sakit.
"Saya suka lagu-lagu Didi Kempot sejak kelas 1 SMA. Jika dulu hanya sering menyanyikan lagunya sendirian, saya dapat kesempatan bernyanyi bareng dengan beliau sampai belasan kali. Itu yang sangat berkesan dalam diri saya," beber pria asli Sorong ini.
Bagi Ayub, tampil di GBK adalah mimpinya sejak kecil sebagai pesepak bola. Selama berkarier di lapangan hijau, Ayub ingin sekali tampil di stadion termegah di Indonesia tersebut.
“Ya ini mimpi saya sejak dari Papua. Kalau dulu bermimpi tampil sebagai pesepak bola, ini justru saya tampil di GBK sebagai penyanyi. Mari ambyarkan GBK untuk mengenang Pakdhe Didi Kempot,” tambahnya.
Logat bahasa Jawa sangat ia kuasai dengan baik, sampai ia begitu fasih menyanyikan lagu-lagu karya Didi Kempot. Alhasil seringkali ia diajak manggung bareng sang maestro campursari, dari panggung ke panggung.
"Menyanyi saya anggap sebagai bakat lain yang diberikan Tuhan. Karena saya memulai karier di sepak bola, dan banyak perjuangan di situ, jadi belum terpikirkan saya akan berhenti jadi pemain bola," tuturnya.

Share this article
Ayub Antoh dikenal publik Tanah Air sebagai pesepak bola. Namun, namanya kian melambung ketika diajak duet legenda sekaligus maestro campursari almarhum Didi Kempot.