NEW YORK, AYOJAKARTA.COM -- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk segera mengakhiri perang di Ukraina.
Menurutnya perang yang terjadi di Ukraina tidak masuk akal. Guterres mengatakan bahwa perang menyebabkan penderitaan manusia yang semakin meningkat dan tak terduga.
Menurutnya perang ini tidak dapat dimenangkan oleh pihak manapun. Dia pun mendesak perundingan yang serius demi tercapainya gencatan senjata.
Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina, Indonesia Evakuasi 30 Pekerja Migran
"Dari penjangkauan saya dengan berbagai aktor, elemen kemajuan diplomatik mulai terlihat pada beberapa masalah utama," kata Guterres di markas besar PBB New York dikutip Republika Rabu (23/3/2022).
Sekjen PBB menekankan bahwa perang tidak menghasilkan apapun yang diinginkan. Justru membuat jutaan orang Ukraina telah dipaksa meninggalkan rumah mereka.
"Bahkan jika Mariupol jatuh, Ukraina tidak dapat ditaklukkan kota demi kota, jalan demi jalan, rumah demi rumah," katanya. "Ada cukup banyak cara di atas meja untuk menghentikan permusuhan sekarang dan bernegosiasi secara serius sekarang," tegasnya.
Guterres mengatakan rakyat Ukraina mengalami 'neraka yang hidup'. Imbas perang juga sudah terasa terutama untuk negara-negara berkembang yang sudah merasakan hambatan pemulihan Covid-19.
Baca Juga: Cerita Wagub DKI Jakarta yang Khawatir Harga Gandum Ikut Bergejolak karena Perang Rusia-Ukraina
"Gaung dari dampak perang dirasakan di seluruh dunia dengan meroketnya harga makanan, energi, dan pupuk yang mengancam akan melonjak ke harga global menjadi krisis kelaparan," katanya.

Share this article
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk segera mengakhiri perang di Ukraina.