MOSKOW, AYOJAKARTA.COM – Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengakui negaranya kekurangan APD Medis untuk melawan penyakit Covid-19.
Ia menjelaskan hal ini terjadi walaupun sudah ada peningkatan produksi dan impor APD.
Putin mengatakan jumlah APD yang dimiliki Rusia tidak cukup memenuhi jumlah petugas medis yang bertugas merawat pasien Covid-19.
“Dibandingkan sebelumnya kita sudah memproduksi lebih banyak, tapi dibandingkan jumlah yang dibutuhkan itu masih belum cukup,” jelasnya.
AYO BACA : Kondisi Kerja Buruk, Perawat di Rusia Berhenti Massal
Petugas medis sudah mengeluhkan mengenai kurangnya APD, terutama di daerah Rusia.
Rusia saat ini sudah memproduksi 100 ribu baju pelindung perhari untuk petugas medis, kenaikan dari 3 ribu baju pelindung per hari pada bulan Maret. Produksi masker juga bertambah lebih dari sepuluh kali menjadi 8,5 juta masker perhari di bulan April.
Putin menjelaskan bahwa walaupun Pemerintah Rusia berhasil memperlambat penyebaran penyakit Covid-19, warga Rusia diharapakan masih mengisolasi diri.
Ia juga menambahkan bahwa lockdown akan diperpanjang selama dua minggu, tetapi ia sudah menginstruksikan pemerintah Rusia untuk membuat rencana memperingan lockdown secara perlahan pada 5 Mei 2020.
AYO BACA : Tekan Covid-19, Rusia Pakai Teknologi Pelacakan Digital bagi Warga yang Keluar Rumah
Putin memperingatkan puncak dari penyebaran Covid-19 masih belum mencapai puncaknya dan warga diharapkan masih berhati-hati.
Russia memperpanjang lockdown hingga 11 Mei 2020 untuk menahan penyebaran Covid-19. Jumlah kasus Covid-19 di Russia mencapai 93 ribu kasus dengan 867 korban jiwa.
Sebelumnya, Vladimir Putin mengklaim, negaranya bakal mengatasi wabah Covid-19 hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan. Presiden Putin langsung memberlakukan tindakan tegas, dengan menangguhkan semua penerbangan reguler dan sewa dari dan ke negara itu, mulai Jumat (27/3/2020).
Putin, dalam pidato yang disiarkan televisi, pada Rabu (25/3/2020), meluncurkan langkah-langkah baru yang dirancang untuk memperlambat penularan virus, menyatakan pekan depan banyak warga Rusia tidak bekerja dan mendesak mereka untuk tinggal di rumah. Dia membahas langkah-langkah tersebut pada pertemuan yang disiarkan televisi dengan para pengusaha pada hari Kamis.
"Ini adalah tindakan yang dipaksakan, bersifat sementara dan dipaksakan. Tetapi jangka waktunya akan lebih pendek, semakin efektif dan terus terang semakin keras. Kemudian periode ini akan membaik," kata Putin dalam komentar yang disiarkan televisi.
"Tetapi ketika kita akhirnya keluar dari situasi ini, dan kita pasti akan keluar dari sini ... Saya harap ini akan lebih cepat dari apa yang Anda katakan (dua-tiga bulan)," kata dia. (M Al Iqbal)
AYO BACA : 728 Warga Iran Tewas Tengguk Alkohol untuk Usir Corona

Share this article
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengakui negaranya kekurangan APD Medis untuk melawan penyakit Covid-19.