JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Kehutanan dan Pemakaman DKI Jakarta akan merevitalisasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) seperti taman. Rencana itu mendapat reaksi beragam dari sejumlah pihak. Ada yang mendukung. Bahkan menginginkan pelayanannya bisa gratis.
Suandri Ansah (27), warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan berpendapat, upaya Pemprov DKI merevitalisasi makam merupakan langkah tepat untuk mengatasi semakin sempit dan minimnya lahan ibu kota.
''Hanya saja wacananya jangan cuma diarahkan kepada 'tamanisasi' semata,'' ujar Suandri. Jumat (18/10/2019).
Pemprov DKI, kata dia, harus melakukan revitalisasi yang substansif, seperti pelayanan prosesi pemakaman gratis.
''Nol persen, dari awal sampai akhir pemandian, biaya kafan, transportasi ke pemakaman, gali kubur. Dibiayai pemerintah untuk yang tidak mampu," kata pria yang berprofesi sebagai pegawai swasta itu.
Hal senada dikatakan Fitratun Komariah (25), mahasiswi salah satu universitas di Jakarta itu berharap TPU yang ada dipercantik ''Jadi enak dilihat, dan lebih tertata, rapi,'' kata Fitratun yang tinggal di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Fitratun mengaku sangat mendung rencana pemugaran sejumlah makam. namun, yang paling penting, menurutnya biaya makam terjangkau bagi masyarakat.
''Sangat setuju dong. Tapi mungkin biayanya akan lebih mahal. Kan soalnya bagus itu, biayanya terjangkau tidak untuk masyarakat,'' tuturnya.
Ada 17 TPU di Jakarta yang akan direvitalisasi seperti taman. Dinas Kehutanan dan Pemakaman DKI Jakarta menargetkan seluruh TPU yang dipugar akan selesai pada tahun 2022 mendatang.
.jpg)
Share this article
Dinas Kehutanan dan Pemakaman DKI Jakarta akan merevitalisasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) seperti taman. Rencana itu mendapat reaksi beragam dari sejumlah pihak. Ada yang mendukung. Bahkan menginginkan pelayanannya bisa gratis. Suandri Ansah (27), warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan berpendapat, upaya Pemprov DKI merevitalisasi makam merupakan langkah tepat untuk mengatasi semakin sempit dan minimnya lahan ibu kota.