GAMBIR, AYOJAKARTA - Di balik pandemi yang melanda ibu kota, Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19 menjadi garda terdepan dalam penanganan jenazah dengan protap Covid-19 di Jakarta.
Sebanyak 52 petugas dalam tim ini terbentuk dari beberapa unsur kesatuan. Tugas mereka berisiko dan kapanpun dapat terpapar virus, apalagi pada saat lonjakan kasus terjadi, bekerja menjadi lebih ekstra, berpacu dengan waktu, memulasarakan jenazah Covid-19.
Atas kontribusi dan sumbangsih kemanusiaan Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan apresiasi kepada 52 petugas melalui piagam penghargaan.
"Izinkan saya atas nama Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat Jakarta menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada bapak/ ibu Tim Pemulasaraan Jenazah yang bersedia memakamkan saudara saudara kita meninggal karena Covid-19," kata Anies dalam keterangan resminya, Kamis 23 September 2021.
Anies menyebut tim pemulasaraan jenazah tersebut sebagai teladan lantaran banyak dari kalangan masyarakat yang menjauhi diri untuk mengemban tugas tersebut. Menurutnya juga, kasus aktif Covid-19 yang semakin turun di DKI Jakarta merupakan contoh nyata semua kerja sama dari berbagai pihak berlangsung baik.
"Semoga 52 petugas ini menjadi teladan di tempat masing-masing. Karena, hanya ada 52 orang ini yang akan memiliki tanda bertugas sebagai Tim Pemulasaraan Jenazah di masa pandemi. Pampangkan itu, dan izinkan keluarga anda merasa bangga ada anggota keluarga yang menjadi pejuang di masa pandemi," pungkas Anies.
Diketahui, sejak April 2020 sampai hari ini, Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19 telah melaksanakan pemulasaraan sebanyak 681 jenazah Covid-19. Puncak tertinggi terjadi pada Juli 2021, tim ini telah melaksanakan pemulasaraan sebanyak 142 jenazah Covid-19.

Share this article
Kasus aktif Covid-19 yang semakin turun di DKI Jakarta merupakan contoh nyata semua kerja sama dari berbagai pihak berlangsung baik.