TEBET, AYOJAKARTA.COM – Musim hujan dan genangan yang sudah terjadi di beberapa wilayah di DKI Jakarta, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus bergerak cepat untuk mengantisipasi curah hujan yang kian hari semakin besar.
Tidak terkecuali menjadi tugas Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Bayu Meghantara, untuk memikirkan langkah antisipatif tersebut. Dia meminta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) disiagakan untuk mengantisipasi genangan di wilayahnya.
Menurut Bayu, selama musim hujan PPSU yang ada di tiap kelurahan rawan genangan. Sehingga, kata dia, saat hujan turun, PPSU sudah mulai keliling dan mengetahui titik terjadinya genangan untuk melakukan penanganan.
“Jadi PPSU yang ada disiagakan, mereka diamanahkan untuk berada di lapangan saat hujan terjadi,” ungkapnya didampingi Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Pusat, Iqbal Akbarudin, saat Rapat Penanganan Banjir, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, seperti dilansir dari pusat.jakarta.go.id, Kamis (12/11/2020).
Selain disiagakan di lokasi rawan genangan, Bayu mengatakan petugas PPSU ini juga ditugaskan melakukan penjagaan di lokasi pompa air. Menurutnya, PPSU harus mengawasi saringan pompa agar tidak ada sampah yang masuk.
“Begitu hujan tungguin saringan di pompa air, jangan sampai masuk sampah. Karena jika sampah masuk pompa akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengoperasikan pompa kembali,” paparnya.
Selain melakukan langkah antisipatif untuk menyiagakan petugas PPSU, Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) juga akan menyiapkan pompa mobile di lokasi terjadinya genangan.
Bayu membeberkan, penempatan pompa mobile itu dilakukan untuk mempercepat surutnya air di lokasi yang membutuhkan penanganan segera. Apalagi langkah itu merupakan arahan Gubernur DKI Jakarta bahwa genangan tidak boleh lebih dari 6 jam.
“Kita akan menyiapkan pompa mobile milik pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan di lokasi genangan,” ungkapnya.
Bayu juga mengatakan, penempatan pompa mobile ini nantinya berdasarkan permintaan camat maupun lurah. Sehingga, dia menegaskan camat dan lurah perlu memonitor wilayah masing-masing, di mana lokasi yang membutuhkan penanganan genangan segera.
“Jadi nanti dimonitor wilayahnya, mana yang genangannya perlu ditangani segera dengan pompa mobile, sehingga genangan bisa surut seluruhnya,” jelas dia.

Share this article
Musim hujan dan genangan yang sudah terjadi di beberapa wilayah di DKI Jakarta, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus bergerak cepat untuk mengantisipasi curah hujan yang kian hari semakin besar.