CEMPAKA PUTIH, AYOJAKARTA.COM - Kepala Puskesmas Cempaka Putih, Dicky Alsadik menyayangkan masih ada aparatur sipil negara (ASN) yang tak menghadiri tes usap di fasilitas kesehatannya. Padahal, ada kejadian warga terjangkit Covid-19 tak jauh dari lokasi kerja para ASN tersebut. ASN yang dimaksud salah satunya adalah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas di kecamatan Cempaka Putih.
"Kalau dari jadwal memang seharusnya seluruhnya ikut. Termasuk juga petugas dari Satpol PP Kecamatan. Cuma sayangnya hingga siang mereka tidak kabar," kata saat diwawancarai pada Kamis (16/7/2020).
Dicky mengharapkan, para ASN dapat secara kooperatif mengikuti pengetesan Covid-19 massal agar memastikan orang-orang yang melayani masyarakat juga terbebas dari virus SARS-Cov-2 itu.
AYO BACA : 41 Pedagang Terpapar Covid-19, Pasar Cempaka Putih Ditutup 3 Hari
Saat dikonfirmasi Suara.com - jaringan Ayojakarta.com, Kepala Satpol PP Kecamatan Cempaka Putih, Aris Cahyadi mengatakan, pihaknya tidak menghindari pemeriksaan massal Covid-19 di kantor kecamatan, namun memang belum mendapatkan terjadwal secara khusus.
"ASN yang terjangkit Covid-19 itu orang kecamatan yang bertugas di ruangan atas, yang terkait itu artinya ASN yang bertugas (ruang) di atas. Sementara ruangan Satpol PP itu di bawah, jadi tidak terkait," kata Aris.
Dia mengatakan, nantinya jajarannya mengikuti pemeriksaan massal yang dilakukan bersamaan dengan UKPD terkait, yaitu Satpol PP Pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Para ASN, petugas PPSU, hingga PJLP Kecamatan Cempaka Putih mendapatkan giliran pemeriksaan tes usap massal dari Puskesmas Cempaka Putih pada Kamis. Ada 150 alat tes usap yang disediakan untuk pemeriksaan massal itu. Hasil pemeriksaan diperkirakan akan keluar dalam dua hingga tiga hari ke depan.
AYO BACA : Pemkab Bekasi Fasilitasi Tes Usap di Kawasan Industri

Share this article
Para ASN, petugas PPSU, hingga PJLP Kecamatan Cempaka Putih mendapatkan giliran pemeriksaan tes usap massal dari Puskesmas Cempaka Putih pada Kamis. Ada 150 alat tes usap yang disediakan untuk pemeriksaan massal itu. Hasil pemeriksaan diperkirakan akan keluar dalam dua hingga tiga hari ke depan.