JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Petugas medis menjadi profesi yang paling diandalkan untuk berjuang di garda terdepan memerangi wabah Coronavirus Disease (COVID-19)
Karena tuntutan profesi itu, tak sedikit dari petugas medis yang harus merelakan waktu bersama keluarganya demi memerangi virus mematikan asal Kota Wuhan, Tiongkok ini.
Kondisi ini salah satunya dialami Nurul Fitriyani (35), seorang perawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. Ia harus meninggalkan anak dan suaminya selama bertugas menangani pasien COVID-19.
"Saya punya anak satu laki-laki berusia tiga tahun. Mau tidak mau, kita berpisah dulu karena saya harus menangani pasien Corona. Kalau kita tidak segera tangani, jumlahnya bisa lebih banyak lagi," katanya seperti dilansir dari Beritajakarta.id, Minggu (19/4/2020).
Di tengah kesibukannya merawat pasien COVID-19, Nurul merasa bersyukur masih memiliki waktu untuk bertatap muka dengan buah hatinya melalui video call. Aktivitas itu biasa dilakukannya seusai bertugas dan kembali ke Hotel d'Arcici Cempaka Putih, Jakpus, tempat menginap yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Kadang saya sedih karena tidak bisa lihat tumbuh kembang anak secara langsung. Tapi mau bagaimana lagi, masyarakat sedang butuh tenaga saya," ucapnya.
Selama merawat pasien COVID-19 di ruang isolasi, Nurul mengaku selalu mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap mulai dari masker, sarung tangan, pelindung kepala, pakaian cover all minimal tiga lapis dan sepatu boots. APD tersebut dikenakannya selama delapan jam setiap hari untuk menangani sekitar 120 pasien.
"Setiap hari saya harus memakai APD. Rasanya gerah sekali. Untungnya kita bekerja ada shift-nya. Jadi bisa bergantian," akunya.
Menurut Nurul, COVID-19 tidak bisa tuntas ditangani jika hanya mengandalkan upaya dari petugas medis dan pemerintah. Peran serta dari masyarakat juga sangat diperlukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini.
"Pesan saya, tolong di rumah saja. Jangan pergi kemana-mana kalau tidak ada urusan mendesak. Dengan cara itu, kita bisa sama-sama berjuang melawan virus ini," tandasnya.

Share this article
Nurul merasa bersyukur masih memiliki waktu untuk bertatap muka dengan buah hatinya melalui video call.