JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM - Aktivitas Car Free Day (CFD) sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (29/12/2019_ pagi, masih mendapat pengawalan ketat dari Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Pemprov DKI Jakarta.
Kehadiran para petugas ber-rompi coklat itu tak mengganggu aktivitas warga sekitar. Mereka tetap menikmati momen CFD dengan berolahraga atau sekadar berjalan-jalan.
Pantauan Ayojakarta pada pukul 08.00 WIB, Satpol PP masih berjaga-jaga di sepanjang jalur CFD. Para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa menggelar lapak sembarang tempat per tanggal 3 November 2019 direlokasi ke zona yang telah disediakan.
Ketua Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, jumlah petugas yang diterjunkan mengawasi jalannya CFD di pusat ibukota, kini berkurang dibanding waktu sebelumnya.
"Sekarang kondisinya mulai kondusif masyarakatnya sudah disiplin, pedagangnya juga sudah di tempatnya. Dan petugas Satpol PP untuk CFD sekarang ini berkurang karena situasinya bagus, nggak perlu maksimal, lebih kurang sekitar 600 petugas yang sebelumnya 1.000 petugas," ujar Arifin saat dihubungi.
Menurut dia, indikator peningkatan kedispilinan tersebut bisa diamati dari posisi pedagang asongan, atraksi-atraksi, maupun para pengemis tak lagi memadati jalur lintas CFD.
"Dulu semrawutnya CFD tahu kan kayak gimana, proses awalnya kan sudah menetapkan mana yang boleh mana yang tidak boleh, mana zonasi yang buat berdagang mana yang tidak," tuturnya.
Arifin menjelaskan, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menata PKL melalui pembagian beberapa zonasi.
Zona merah merupakan area tanpa aktivitas perdagangan sama sekali, zona hijau khusus kawasan boleh berdagang, sementaraa zona kuning adalah area boleh berdagang di trotoar.
"Makanya muncullah ada zona kuning, merah dan hijau, dan kemudian itu diedukasi, disosialisasikan kepada mereka secara terpadu. Ada dari Dinas UMKM-nya yang menangani pedagang, kemudian Satpol PP yang menjaga penertibannya jangan kemudian para pedagang kembali lagi ke badan jalan," paparnya.
Salah seorang warga CFD asal Kuningan, Jakarta Selatan, Livia Kristianti mengaku senang dengan kondisi CFD Jakarta saat ini.
"Saya seneng banget sekarang lebih rapih, ya paling sekarang jadinya gak bebas beli makanan aja. Tapi itu buat kita sekarang lebih rapih ya, misal bawa minum dari rumah nggak beli di jalan," tuturnya saat ditemui di Jalan MH Thamrin, Jakpus.
Sebelumnya Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Adi Ariantara mengatakan, penataan ini mengacu Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Pergub nomor 12 tahun 2016 tentang pelaksanaan HBKB.
"Jadi di sana adalah bebas kendaraan, bukan untuk berdagang. Itu poin besarnya," di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019) lalu.

Share this article
Kehadiran para petugas ber-rompi coklat itu tak mengganggu aktivitas warga sekitar. Mereka tetap menikmati momen CFD dengan berolahraga atau sekadar berjalan-jalan. Pantauan Ayojakarta, Satpol PP sudah berjaga-jaga di sepanjang jalur CFD sejak pukul 08.00 WIB. Para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa menggelar lapak sembarang tempat per tanggal 3 November 2019 direlokasi ke zona yang telah disediakan.