JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Fenomena penurunan permukaan tanah yang terjadi di DKI Jakarta, khususnya wilayah pesisir utara, sudah amat mengkhawatirkan.
Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, penggunaan air tanah yang berlebihan dan pesatnya pembangunan gedung bertingkat menjadi faktor penyebab fenomena tersebut.
Jakarta merupakan kota dengan penurunan tanah tercepat di dunia. Di sisi lain, kandungan air tanah di Jakarta sudah banyak tercemar zat berbahaya.
"Penurunan muka tanah di Jakarta menjadi yang tercepat di dunia. Air tanah di DKI Jakarta juga sudah tercemar dan tidak layak konsumsi," ungkap Doni Monardo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/12/2019).
Cisadane, Citarum dan Ciliwung adalah tiga sungai besar yang melewati Jakarta yang airnya mengandung timbal hingga merkuri.
BNPB juga menyorot buruknya kualitas udara karena polusi kendaraan bermotor dan minimnya hutan kota. Karena itu, ia mengharapkan Pemprov DKI dapat menghijaukan kota dengan menanam lebih banyak pohon.
"Itu sebagai langkah solusi nyata atas pencemaran polusi udara yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan," terang Doni.

Share this article
Cisadane, Citarum dan Ciliwung adalah tiga sungai besar yang melewati Jakarta yang airnya mengandung timbal hingga merkuri.