JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pemprov DKI Jakarta menyediakan makanan tambahan bagi siswa sekolah tingkat dasar melalui program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS).
Pengamat pendidikan Doni Koesoema mengatakan, asupan gizi siswa tidak terkait dengan minat belajar melainkan mendukung kesiapan untuk belajar.
''Kalau kurang gizi pasti siswa akan sulit belajar, pertumbuhan otaknya tidak maksimal. Dan dia bisa gagal dalam belajar,'' ujarnya saat dihubungi Ayojakarta, Selasa (12/11/2019).
Jadi, penyediaan makanan tambahan cukup bagus untuk pertumbuhan jasmani dan intelektualitas siswa agar bisa tumbuh dengan baik.
''Iya terutama untuk anak-anak PAUD yang kekurangan gizi. Yang jadi masalah adalah bagaimana mekanismenya dan siapa yang akan mengawasi kualitas makanan yang diberikan pada siswa agar sungguh-sungguh tepat sasaran dan berguna,'' jelas Doni.
Pemenuhan gizi menjadi kebutuhan mendasar bagi siswa. Pasalnya jika sarana dan prasana sekolah cukup baik tanpa didukung asupan makanan bergizi tentu siswa tidak akan siap memanfaatkan fasilitas sekolah.
''Yang penting anaknya sehat atau tidak. Kalau tidak sehat, dikasih sarana sebagus apapun tidak akan membantu,'' terang Doni.
Kebijakan PMTAS ditetapkan lewat Peraturan Gubernur Nomor 9/2019 tentang Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah Pada Satuan Pendidikan.
Pasal 2 pergub menyebutkan mereka yang berhak mendapatkan makanan bergizi gratis adalah pelajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar Negeri, Sekolah Luar Biasa (SLB) di daerah berkatagori miskin di Jakarta dari Senin hingga Jumat.

Share this article
Pemprov DKI Jakarta menyediakan makanan tambahan bagi siswa sekolah tingkat dasar melalui program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS).