JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA -- Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH KLN) DKI Jakarta menambah jumlah Tenaga Ahli (TA) Tim Penyusunan Sambutan Pidato atau Makalah dan Kertas Kerja Gubernur dan Wagub.
TA tersebut ditambah menjadi empat orang karena diprediksi dalam waktu dekat akan terpilih Wakil Gubernur baru pengganti Sandiaga Uno yang mundur pada 2018 lalu.
Pada era kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sampai saat ini, penyusun pidato Gubernur dan Wagub hanya dua orang. Nah, mulai tahun depan akan bertambah menjadi empat orang.
"Memang tidak banyak. Cuma era (Ahok) itu sudah dipotong-potong, jadi sekarang tinggal dua. Besok, karena kemungkinan ada Wagub dan para asisten yang mewakili gubernur, termasuk deputi yang mewakili gubernur, harus kami siapkan sambutannya," ungkap Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri DKI, Mawardi, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (6/11/2019).
Penambahan jumlah TA juga dibutuhkan karena aktivitas pidato Gubenur Anies Baswedan lebih tinggi dibanding era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.
"Penulis naskah dari dulu ada, tahun ini ada dua orang, tapi tidak cukup bila melihat frekuensi sambutan Gubernur (Anies Baswedan) yang cukup banyak. Karena tidak hanya gubernur, para asisten yang mewakili gubernur kami siapkan juga," jelasnya.

Share this article
Penambahan jumlah TA juga dibutuhkan karena aktivitas pidato Gubenur Anies Baswedan lebih tinggi dibanding era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.