JAKARTA, AYOJAKARTACOM -- Pihak keluarga Faisal Amir (21) menuntut permintaan maaf dari pelaku yang menganiaya korban.
"Ibunda Faisal ingin pelaku yang menganiaya dan memukul minta maaf kepada keluarga," kata Rahmat Ahadi, kakak kandung Faisal Amir saat konferensi pers di UAI Jakarta, Kamis (26/9/2019).
Faisal harus menjalani dua operasi akibat pendarahan di kepala dan patah tulang pada bahu kanan. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia ini ditemukan tergeletak di jalan dalam demonstrasi di depan DPR, Selasa (24/9/2019) lalu, yang berujung ricuh.
Pihak keluarga berjanji tidak akan membawa ke jalur hukum asalkan pelaku penganiaya meminta maaf secara terbuka dan bertaubat atas perilakunya.
"Itu saja sudah cukup bagi keluarga," ujar dia.
Terkait kondisi terkini Faisal, Rahmat membenarkan kesehatan korban sudah mulai membaik dari sebelumnya dan bisa berkomunikasi ringan.
Selain itu, Faisal juga sudah bisa mengenali anggota keluarga meskipun belum bisa mengingat secara menyeluruh saat peristiwa memilukan yang menimpa dirinya.
Namun, hingga kini tempurung kepala Faisal belum bisa dipasang dan masih disimpan di bagian perut akibat pembengkakan.
"Tempurung kepalanya belum terpasang, jadi kini masih diperban dan disimpan akibat otaknya mengalami pembengkakan," katanya.
Berdasarkan hasil rontgen dokter, kepala korban mengalami retak khususnya bagian tengkorak yang diduga karena benturan benda tumpul. Selain itu, tulang bahunya juga cidera dan telah dioperasi.
Direktur RS Pelni dr Dewi Fankhuningdyah mengatakan, kondisi Faisal saat ini masih dalam perawatan intensif oleh tim medis namun sudah bisa memberikan respon sederhana.
Meskipun demikian, tim dokter akan melanjutkan terapi yang sudah diberikan serta pemantauan intensif.

Share this article
Pihak keluarga berjanji tidak akan membawa ke jalur hukum asalkan pelaku penganiaya Faisal Amir meminta maaf secara terbuka dan bertaubat atas perilakunya.