PENJARINGAN, AYOJAKARTA.COM – Dalam rangka mewujudkan Ibu Kota Jakarta yang maju kotanya dan bahagia warganya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya mewujudkan hal itu lewat hunian yang layak dan nyaman.
Pada tahun 2018, Pemprov DKI Jakarta melaksanakan program peningkatan kualitas permukiman melalui Community Action Plan (CAP). Lewat program tersebut, Pemprov berhasil mengubah lingkungan kumuh menjadi Kampung Akuarium.
Kampung Akuarium terletak di Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Proses CAP dimulai dari sosialisasi, rembuk RW, focus group discussion (FGD) hingga penyusunan rencana penataan kampung dengan melibatkan masyarakat setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko menjelaskan, Kampung Akuarium dibangun paling awal dengan mempertimbangkan kesiapan dari sisi masyarakatnya maupun administratif.
"Kampung Akuarium dapat dibangun karena lahan Kampung Akuarium merupakan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan peruntukan lahannya sesuai dengan rencana tata ruang," ujar Sarjoko, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Jumat (14/8/2020).
Sarjoko juga menyatakan proses penataan Kampung Akuarium tergolong unik karena berada di kawasan Kota Tua.
AYO BACA : Pemprov DKI Akan Bangun Kampung Akuarium Jadi Permukiman Layak Huni
"Kampung Akuarium telah melewati diskusi yang cukup panjang, melewati pembahasan dan penyesuaian-penyesuaian yang dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku sebagai hunian massal di kawasan Cagar Budaya Kota Tua Jakarta," ujar Sarjoko dilansir dari beritajakarta.id
Jika ditelisik, lokasi ini penuh dengan cerita yang bersejarah. Pada mulanya, lahan yang akan dibangun Kampung Susun Akuarium ini merupakan pulau hasil sedimentasi tanah yang dibawa aliran sungai Ciliwung menuju muara. Sedimentasi tersebut terbentuk pada abad 18 dan berbentuk seperti pulau serta terletak di antara Museum Bahari dan Pelabuhan Sunda Kelapa.
Selain itu, sejarah lokasi ini tidak bisa lepas dari sejarah Batavia hingga jelang masa kemerdekaan dan sejarah kontemporer Jakarta sendiri termasuk pasca reformasi. Pada tahun 1950, nama Akuarium menggantikan nama Pusat Laboratorium Penelitian Laut ketika Pemerintah Indonesia mengambil alih laboratorium tersebut dari Belanda.
Pusat laboratorium ini kemudian dijadikan Wisata Akuarium oleh Pemerintah Kota Jakarta saat itu. Sejarah tersebut turut melekat pada warga Kampung Akuarium.
"Kami ini disebutnya 'orang kota asli' karena kami lahir dan tinggal di kawasan cagar budaya. Kami hidup dengan sejarah, kenal dekat dengan sejarah Jakarta yang dulunya bernama Batavia. Jadi tinggal di sini merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya karena berada di lingkup kawasan sejarah besar Jakarta," tutur Diani, salah satu warga Kampung Akuarium.
Dengan adanya penataan pada Kampung Akuarium, kata Diani, agar dapat membuktikan bahwa warga kampung dapat tetap hidup berdampingan dengan situs cagar budaya. Dia juga berharap dengan dibangunnya kampung ini, dapat membantu perekonomian bagi warga sekitar melalui sektor pariwisata.
"Ada banyak efek positif sebagai warga yang tinggal di sini. Sebagian dari kami bisa mendapat mata pencaharian seperti menjadi tour guide atau berkarya lewat souvenir. Dulunya juga banyak turis-turis asing yang tinggal di rumah warga saat melakukan wisata di kawasan Kota Tua dan sekitarnya," lanjut Diani.

Share this article
Pusat laboratorium ini kemudian dijadikan Wisata Akuarium oleh Pemerintah Kota Jakarta saat itu. Sejarah tersebut turut melekat pada warga Kampung Akuarium.