JAKARTA UTARA, AYOJAKARTA.COM -- Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Utara menggelar pameran produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kreatif guna memberikan fasilitas pemasaran hasil produk binaan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakut Suroto menjelaskan, pameran yang digelar hingga Kamis (14/11/2019) itu merupakan wujud nyata peningkatan ekonomi kerakyatan, rasa cinta produk dalam negeri, serta bagian dari pembinaan terhadap produk binaan. Terutama mendukung Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) sebagai program prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
''Melalui penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat membantu para IKM Kreatif untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan pendapatan yang diperoleh. Sehingga dapat bersaing dengan produk industri sejenis lainnya yang telah beredar di pasar,'' ujarnya di Halaman Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Jakut, Senin (11/11/2019).
Selain dapat meningkatkan pendapatan, para IKM Kreatif nantinya diharapkan mampu membuka peluang lapangan pekerjaan. Serta menghasilkan wirausaha baru potensial di ibu kota.
''Kami mengharapkan momen ini dapat dipergunakan momen ini sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha,'' kata Suroto.
Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menerangkan, terdapat 71 IKM Kreatif yang mengikuti pameran kali ini.
Tidak hanya pemasaran luar jaringan atau offline, Dinas PE DKI juga telah bekerja sama dengan sejumlah marketplace yang membantu para IKM Kreatif memasarkan produk melalui aplikasi online.
''Ini kami lakukan sebagai wadah pelaku usaha binaan mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk. Terutama melanjutkan atau sebagai salah satu tahapan dari program PKT,'' jelasnya.
Salah satu produk yang dipamerkan yaitu seni dekorasi phyrography karya Saanian (53), seniman asal Kecamatan Koja.
''Saya tidak menggambar sendiri, dibantu rekan Ocad (30),'' katanya.
Phyrography merupakan seni dekorasi gambar pada media kayu dari hasil pembakaran dengan menggunakan alat sejenis solder.
''Jenis kayu yang saya gunakan yaitu kayu lame atau pule dan jati Belanda. Bisa juga dengan triplek. Asalkan kayu itu berwarna putih jadi bisa kita gunakan untuk menggambar,'' papar Saanian.
Untuk satu dekorasi phyrography dibandrol seharga Rp 250 ribu sampai Rp 750 ribu. Tersedia juga dekorasi phyrography model gantungan kunci dengan harga Rp 25 ribu.
''Ini kami mulanya hanya sekadar hobi. Untuk sebuah karya hanya dibutuhkan dua hari penyelesaian, tergantung tingkat kesulitan gambar yang dibuat,'' terang Saanian.

Share this article
Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Utara menggelar pameran produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kreatif guna memberikan fasilitas pemasaran hasil produk binaan.