JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan siap mendukung pemerintah pusat menangani 188 WNI yang dievakuasi dari kapal pesiar World Dream.
Pemprov DKI akan membantu dalam proses penjemputan, observasi, dan pemulangan para anak buah kapal itu.
Selama 14 hari, 188 WNI itu akan dikarantina di Pulau Sebaru Kecil, Kabupaten Kepulauan Seribu. Hingga saat ini, sosialisasi dan edukasi terus dilakukan Dinas Kesehatan kepada warga Kepulauan Seribu.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, masyarakat Kepulauan Seribu tidak perlu khawatir atas observasi tersebut. Sebab, Dinkes DKI telah menyiapkan prosedur observasi yang sesuai standar pemerintah.
AYO BACA : 188 WNI Diobservasi di Pulau Sebaru Kecil, Bupati Kepulauan Seribu: Mereka Semua Sehat
"Kami siap membantu, fasilitas juga sudah siap. Ada 188 ABK yang nanti akan diobservasi di Pulau Sebaru Kecil. Masyarakat tidak perlu khawatir karena kami akan lakukan sesuai standar operasional dari Kementerian Kesehatan," kata Widyastuti di Jakarta, Kamis (27/2/2020).
Dia sekaligus mengimbau kepada masyarakat Kepulauan Seribu untuk senantiasa menjaga pola hidup sehat. Caranya, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik, dan rutin cek kesahatan.
“Kita wajib menerapkan gaya hidup bersih dan sehat untuk mencegah berbagai penyakit. Membiasakan diri mencuci tangan dengan bersih. Itu adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat guna menghindari berbagai ancaman penyakit,” ujarnya.
Di pulau yang sama, pemerintah juga berencana mengobservasi 68 WNI yang dievakuasi dari Kapal Diamond Princess. Dengan demikian, Pulau Sebaru Kecil akan menjadi lokasi observasi 188 WNI dari Kapal Pesiar World Dream dan 68 WNI dari Kapal Pesiar Diamond Princess.
Jika evakuasi WNI dari kapal World Dream menggunakan KRI dr. Soeharso, evakuasi WNI dari Diamond Princess akan menggunakan pesawat.
AYO BACA : WNI ABK World Dream Tiba di Sebaru Jumat

Share this article
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, masyarakat Kepulauan Seribu tidak perlu khawatir atas observasi tersebut.