AYOJAKARTA.COM - Dalam tradisi suku Jawa ada perayaan Malam 1 Suro yang juga bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam.
Menariknya baik itu malam 1 Suro maupun malam 1 Muharam jatuh di hari yang sama yaitu pada Selasa, 18 Juli 2023.
Kesamaan tersebut lantaran kalender Jawa dan Kalender Hijriah merayakan pergantian tahun baru pada waktu yang bersamaan.
Lantas samakah malam 1 Suro dengan malam 1 Muharam? Berikut asal-usul dan letak perbedaannya.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman resmi Kemenag pada Jumat (14/7/2023), peringatan 1 Suro juga bertepatan dengan 1 Muharam yang merupakan Tahun Baru Islam.
Perbedaannya adalah dalam memperingati 1 Suro didasarkan pada perhitungan tahun pertama yang diawali Rabu Wage atau lebih dikenal dengan sebutan Aboge.
Malam 1 Suro dirayakan oleh masyarakat Jawa dengan berbagai macam acara.
Dalam situs Kemendikbud RI dijelaskan bahwa 1 Suro merupakan awal bulan pertama Tahun Baru Jawa di bulan Suro yang mana penanggalannya mengacu pada kalender Jawa.
Baca Juga: 7 Kepribadian Wanita Berkelas, Yuk Intip Agar Bisa Kamu Tiru
Sehingga malam 1 Suro merupakan malam pertanda awal bulan pertama dalam kalender Jawa.
Suku Jawa menganggap bahwa malam 1 Suro merupakan malam yang sakral dan berbagai tradisi mistisme Jawa juga kental dalam perayaannya.
Tahun Baru Jawa biasanya dirayakan pada malam hari setelah matahari terbenam sebelum tanggal 1 Suro.
Kalender Jawa tidak terlepas dari kalender Hijriah yang dipakai oleh umat Islam.
Baca Juga: Tak Butuh Pengakuan, Ini 5 Tanda Kamu Sudah Dewasa Secara Pemikiran Meski Umur Masih Muda
Kalender Jawa ini merujuk pada penanggalan yang ditetapkan oleh Raja Mataram Sultan Agung Hanyokrokusumo.
Saat itu, Kerajaan Mataram sangat kental dengan pengaruh ajaran Islam.
Sultan Agung yang ingin memperluas ajaran Islam di Tanah Jawa berinisiatif memadukan kalender Saka dengan kalender Hijriah sehingga menjadi Kalender Jawa.
Adapun penyatuan kalender ini dimulai sejak Jumat Legi bulan Jumadil akhir tahun 1555 Saka atau 6 Juli 1633 Masehi.
Baca Juga: Bahaya Nih! Ada Tanda Orang yang Sulit untuk Sukses, Kamu Termasuk?
Hal ini membuat malam 1 Suro dan malam 1 Muharam sejatinya merupakan malam yang sama.
Letak perbedaannya ada pada tradisi pemaknaan di malam tersebut.
Dalam tradisi ajaran Islam, malam 1 Muharam dianggap sebagai malam bulan suci.
Maka dari itu malam tersebut adalah momen mendekatkan diri kepada Tuhan yaitu Allah SWT.
Baca Juga: Ada Fenomena Langka Matahari Tepat di Atas Kakbah 15-16 Juli 2023, BMKG Minta Cek Arah Kiblat
Umat Islam di seluruh dunia merayakan malam 1 Muharam dengan melakukan amalan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Hal yang menjadi pembeda yang jelas antara malam 1 Suro dengan malam 1 Muharam adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat untuk merayakannya.
Pada malam 1 Suro, masyarakat Jawa merayakan dengan cara melangsungkan suatu upacara atau ritual.
Umumnya di malam 1 Suro ini dirayakan oleh masyarakat Jawa dengan selamatan, yaitu upacara dengan diisi kenduri, berbagi berkat atau makanan.
Baca Juga: Ladies Merapat! Coba 5 Tips Jitu jadi Wanita Berkelas, Bakal Disegani Banyak Orang
Berbagai tradisi lain seperti grebeg, kirab, ledug, jamas keris, larungan juga kerap mewarnai perayaan malam 1 Suro di beberapa wilayah Jawa.
Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa malam 1 Suro hanya terbatas pada suku Jawa dengan berbagai macam tradisi yang melekat.
Sedangkan malam 1 Muharam dirayakan oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia dalam rangka memperbaiki ibadah dan mendekatkan diri pada Allah SWT.***

Share this article
Apakah malam 1 Suro dan 1 Muharam sama? simak jawaban, asal-usul dan perbedaannya yang patut diketahui di sini.