AYOJAKARTA.COM – Berpuasa selama bulan Ramadhan, oleh masyarakat Islam dipercaya sebagai salah satu jenis ibadah yang paling tua sepanjang peradaban manusia.
Dengan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, setiap orang yang melakukan akan mendapat berbagai macam potensi kebaikan dan jaminan kebahagiaan.
Selain bentuk kebaikan yang berupa peningkatan kesadaran spiritual dan emosional, ibadah puasa di bulan Ramadhan juga baik dalam pemenuhan aspek sosial.
Dampak aspek sosial yang timbul sebagai akibat ibadah puasa yang diiringi dzikir dan kontemplatif adalah meningkatnya sistem kesehatan pada organ tubuh serta pikiran.
Melakukan ibada puasa sesuai dengan tuntunan, akan mencapai kualitas kesehatan prima sehingga dapat terbebas dari masalah gula darah hingga munculnya sel kanker.
Baca Juga: Niat Mandi Puasa Ramadhan Latin Beserta Artinya, Biar Ibadah Makin Mantap!
Menurut berbagai macam penelitian yang dilakukan oleh ahli kesehatan, puasa juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan, kesehatan jantung.
Dalam berbagai jenis kajian ilmiah, sejumlah ahli dari psikologi dan neurosains serta teologi juga mengimani keutamaan ibadah puasa.
Berpijak pada hukum kekekalan energi, para ilmuwan percaya energi adalah sesuatu yang tidak dapat dimusnahkan tetapi dapat dikendalikan.
Salah satu bentuk aktivitas fisik yang paling relevan untuk dilakukan agar dapat mengendalikan berbagai jenis energi adalah dengan berpuasa.
Menurut para ahli kesehatan modern, aktivitas puasa dalam sejumlah kondisi medis tertentu merupakan sebuah keharusan.
Baca Juga: Bisa Dijual Murah! Ide Usaha Makanan Berat untuk Buka Puasa
Dalam berpuasa, seseorang diharuskan untuk selalu menjaga sembilan lubang pada tubuhnya untuk bisa dikendalikan sesuai aturan kemanusiaan dan mencapai harmoni.
Dengan mengendalikan nafsu dari kebutuhan makan, minum dan hubungan seks, tubuh atau fisik orang yang berpuasa akan terlatih serta menjadi lebih kuat.
Kondisi keterbatasan suplai atau nutrisi yang terjadi secara sengaja, akan membuat sistem pertahanan dalam tubuh manusia bekerja secara lebih aktif.
Saat tubuh terlihat sangat begitu lemas di permukaan, di bagian dalam justru sedang terjadi kesibukan luar biasa untuk tetap bisa bertahan sehingga berdampak munculnya kekuatan.
Selain menjadi kuat secara fisik, kemampuan pikiran dalam mengendalikan diri juga akan membuat pelaku puasa dipenuhi dengan kesadaran.
Perpaduan kuat antara kekuatan tubuh serta kesadaran pikiran yang terhubung pada harmoni, akan berdampak pada perubahan sosial.
Sebab menurut para ahli psikologi, individu yang benar-benar mendalami makna puasa, akan cenderung menjadi lebih cerdas secara intelektual dan emosional.
Dalam kajian tentang keutamaan ibadah puasa, penyebab pikiran lebih jernih sehingga lebih fokus adalah karena selama puasa tubuh memproduksi ketone bodies.***

Share this article
Selain menjadi kuat secara fisik, kemampuan pikiran dalam mengendalikan diri juga akan membuat pelaku puasa dipenuhi dengan kesadaran.