AYOJAKARTA.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Yahya Cholil Staquf meyakini bahwa Kiai Abdurrahman ‘Gus Dur’ Wahid sebagai Wali ke-10.
Alasan Gus Yahya menyebut Gus Dur sebagai Wali ke-10 melengkapi Wali Songo dengan dua alasan yakni alasan pribadi dan sosiologis.
“Saya pribadi, haqqul yaqin bahwa Gus Dur itu Waliyullah. Haqqul yaqin. Karena dua alasan. Pertama karena alasan pribadi dan kedua karena alasan sosiologis," ujar Gus Yahya Staquf.
Ketua Umum PBNU itu menyampaikan padangannya tersebut saar acara haul ke-13 Gus Dur di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta, Sabtu 17 Desember 2022.
Kemudian Gus Yahya bercerita tentang alasan pertama yang bersifat pribadi. Saat itu, pada tahun 2000, Gus Dur baru pulang dari berobat ke RS John Hopkins, Amerika Serikat, setelah lengser dari kursi presiden.
Kejadiannya pagi-pagi sekali sekitar pukul 06.00 atau 06.30. Di rumah Gus Dur di Ciganjur yang menjadi tempat haul berlangsung.
Di rumah itu, baru Gus Yahya menjadi tamu yang datang. Setelah berbicara sebentar, Gus Dur meminta Gus Yahya menemaninya ke kamar untuk berganti baju.
Dalam perbincangan dengan Gus Dur di kamar tidurnya, Gus Yahya kemudian berkata kepada Presiden ke-4 itu.
“Saya nyeletuk kepada Gus Dur, sesudah ini panjenengan (Anda) menjadi wali kesepuluh,” kata Gus Yahya seperti dilansir kanal YouTube Televisi Nahdlatul Ulama, @tvnu_id.
“Kok bisa?” tanya Gus Dur menimpali ucapan Gus Yahya.
“Lah itu, orang-orang jemaah ziarah Wali Songo tentunya ingin mampir sowan ke panjenengan (Anda), sehingga panjenengan jadi Wali nomor sepuluh,” lanjut Gus Yahya.
“Ya, mungkin,” kata Gus Dur sambil tertawa.
Hal itu, Gus Yahya, sekarang menjadi sudah menjadi kenyataan.
“Sekarang jadi kenyataan. Sekarang Gus Dur ini sungguh-sungguh masuk dalam rangkaian resmi biro-biro travel ziarah Wali Songo, untuk mampir ke Tebuireng. Ziarah kepada Wali ke-10 yaitu Sunan Abdurrahman Wahid," kata Gus Yahya.
Alasan sosiologis yang menjadi dasar Gus Yahya menyebut Gus Dur adalah Wali ke-10 adalah bagaimana Gus Dur mentransformasikan pembaruannya di NU dan dunia Islam.
Baca Juga: Tanggal 26 Desember Bukan Cuti Bersama, Cek Jadwal Tanggal Merah atau Libur Nasional 2023 di Sini
“Saya melihat yang paling mencolok dan jusru paling monumental dari karya pembaruan Gus Dur di Nahdlatu Ulama adalah bagaimana Gus Dur mentrafnsormasikan pola pikir dari orang-orang NU hampir secara keseluruhan,” ungkap Gus Yahya.
Kemudian Ketua PBNU itu bercerita tentang dirinya sediri yang amat terpengaruh oleh Gus Dur.
“Saya sendiri adalah dari generasi yang merasakan betul bagaimana pola pikir saya berubah karena mengenal Gus Dur. Saya ini kalau tidak kenal Gus Dur dan waktu itu sudah ada FPI, saya kira saya akan daftar FPI waktu itu. Saya berubah karena Gus Dur,” kata Gus Yahya.

Share this article
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Yahya Cholil Staquf meyakini bahwa Kiai Abdurrahman ‘Gus Dur’ Wahid sebagai wali ke-10