AYOJAKARTA.COM – Wanita pasti mengalami haid setiap bulannya dan ha tersebut wajar karena ada siklus yang dinamakan menstruasi pada wanita setiap bulannya.
Bagi umat muslim ketika seorang wanita sedang dalam masa haid maka ada ibadah yang tidak boleh dikerjakan seperti salat maupun puasa.
Lantas bagaimana cara wanita haid agar tetap bisa mendapatkan pahala dari Allah SWT, apa saja amalan yang boleh dilakukan?
Baca Juga: Viral Istri Pamer Harta Kekayaan, Sekda Riau SF Hariyanto Sebut Barang KW dan Beli di Mangga Dua
Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon yakni Buya Yahya memberikan penjelasan terkait amalan yang bisa dikerjakan oleh wanita haid.
“Wanita sedang halangan, amalan apa saja yang boleh dilakukan selain membaca selawat?” Tanya salah satu jamaah dikutip ayojakarta.com melalui YouTube Buya Yahya, Senin (20/3/2023).
Menurutnya bagi wanita yang dalam keadaan haid boleh melakukan semua kebaikan kecuali yang dilarang.
Baca Juga: Waduh! Gencar Mencuri Simpati Pemilu, Bawaslu Larang Anies Baswedan Lakukan Kampanye di Tempat Ini!
Adapun larangan bagi wanita haid menurut Buya Yahya seperti tidak boleh salat, tidak boleh puasa, tidak boleh membaca Alquran kecuali untuk hafalan atau mengulang hafalan dari Mazhab Imam Malik atau yang lainnya.
Selain itu wanita haid juga tidak boleh berdiam di dalam masjid, tidak boleh thawaf, tidak boleh berhubungan badan dengan suami, tidak boleh membawa Alquran dan menyentuhnya.
Adapun amalan yang bisa dikerjakan oleh wanita haid seperti zikir, yaitu zikir apa saja bebas meskipun diambil dari bacaan Alquran.
Bahkan menurut penceramah kondang ini, zikir sehari-hari yang biasa diucapkan bisa terus dibaca tidak ada larangan untuk berhenti membaca zikir.
“Bahkan ibadahnya pun juga tetap pada waktunya, sebab kebanyakan bahkan mungkin hampir semuanya hanya satu dua yang tidak,” ujar Buya Yahya.
“Wanita itu meski dalam keadaan haid tetap dianjurkan bangun malam, sebab mendengar untuk menyambut seruan,” imbuhnya.
Baca Juga: Pelecehan Seksual Kembali Jadi Alasan Lakukan Kejahatan, Kuasa Hukum David Tunjukkan Bukti Menarik!
Menurutnya tidak ada ketentuan bahwa wanita haid untuk tidak bangun di malam hari meskipun tidak ikut melaksanakan salat seperti salat tahajud dan memohon ampunan.
Tetapi pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah ini mengatakan bahwa biasanya ketika sedang haid maka menjadi kesempatan bagi ibu-ibu untuk libur bangun di sepertiga malam sehingga bangunnya siang.
Sebagai seorang wanita yang solehah maka diperkenankan untuk tetap membiasakan bangun malam di jam salat tahajud.
Buya Yahya mengungkapkan bahwa ketika orang lain sedang salat tahajud maka wanita yang sedang haid bisa berzikir sama persis durasinya.
Menurutnya hal tersebut yang bisa mendapatkan pahala yang sama meskipun sedang haid.
Selain itu wanita yang sedang haid diperbolehkan membaca selawat sebanyak-banyaknya serta membaca asmaul husna.
Baca Juga: Niat dan Tata Cara Salat Tarawih di Bulan Suci Ramadan
Bahkan menurut penceramah kondang ini saat hendak tidur tetap dianjurkan untuk membaca Al Falaq, An Nas dan Ayat Kursi untuk menjadi diri meskipun dalam keadaan haid.***

Share this article
Lantas bagaimana cara wanita haid agar tetap bisa mendapatkan pahala dari Allah SWT, apa saja amalan yang boleh dilakukan di bulan ramadan?