AYOJAKARTA.COM - Siapa yang tidak suka mi ayam?
Menu satu ini bisa dibilang sebagai salah satu jajanan favorit di Indonesia.
Selain bisa bikin kenyang, rasanya yang gurih dan nikmat serta harganya yang relatif murah di kantong jadi alasannya.
Tapi, pernahkah Anda memperhatikan gerobak mi ayam?
Kebanyakan, gerobak mi ayam berwarna biru.
Kenapa bisa seperti itu?
Simak ulasannya dikutip AyoJakarta.com dari AyoBandung.com pada Selasa (5/9/2022) dengan judul Mengapa Gerobak Mie Ayam Berwarna Biru? Ini Berbagai Kisahnya.
Baca Juga: Misteri di Balik Logo Bungkus Rokok Gudang Garam yang Selalu Berubah, Apa Maknanya?
Ada berbagai kisah dan versi mengenai gerobak mi ayam berwarna biru, mulai dari Tiongkok hingga kaitannya dengan darah biru.
Ini sedikit cerita dari berbagai pihak terkait keberadaan gerobak mi ayam berwarna biru.
Diameternya lebih besar dari kebanyakan jenis mi di Indonesia.
Memiliki tekstur super lembut dan terasa kenyal saat dikunyah.
Alasan yang buat mi ayam jadi begitu paripurna untuk sajian menu alternatif makan siang.
Popularitas mi ayam luar biasa booming di tanah air.
Gerobak mi ayam hadir di segala penjuru kota dan memiliki nilai proximity di hati masyatakat.
Begitu dekat namun menyimpan satu misteri massal.
Loh misteri macam apa? Sadar tidak sadar, mayoritas gerobak mi ayam di Indonesia memilih biru sebagai warna utama.
Baca Juga: Setelah Dipecat Terdampak Covid-19, Khoirul Sukses Jualan Mi Ayam Kemasan
Walau misteri tersibak namun hingga kini belum ada jawaban pasti mengenai alasan di balik pemilihan warna biru.
Padahal, warna biru dipercaya dapat menurunkan selera makan.
Artinya, tidak baik digunakan untuk citra bisnis makanan.
Biru lebih identik dengan kesegaran dan serasi jika digunakan sebagai colour image perusahaan air mineral.
"Tidak ada pilihan lain. Kalau ingin dilihat menjual mie ayam maka harus memilih warna biru. Saya hanya mengikuti tradisi massal," ujar Yulianto, pedagang mie ayam di kawasan Setiabudi Bandung.
Ketika berbicara tentang tradisi, maka tidak dapat dilepaskan dari fakta sejarah yang melatarbelakanginya.
Tentu pendekatan sejarah digunakan agar dapat menjawab misteri mi ayam dan warna biru.
Beberapa literatur menjelaskan, mi ayam dibawa oleh para imigran Cina Selatan yang berasal dari pelabuhan Fujian dan Guandong.
Baca Juga: Viral , Pria Mirip Presiden Joko Widodo Sedang Makan Mie Ayam di Sebuah Warung
Sejak saat itu, mulai berkembang Vreemde Oosterlingen atau berarti pemukiman masyarakat Timur di Hindia Belanda (kini Indonesia).
Kehadiran para imigran tentu melahirkan tabiat dan preferensi selera makan berbeda dengan yang sebelumnya berkembang di masyarakat pribumi.
Alhasil, mi ayam lahir sebagai keturunan asli dari makanan khas Tiongkok yaitu bakmi.
Layaknya mi ayam, bakmi juga terbuat dari tepung terigu namun disajikan dengan kuah terpisah.
Tidak lupa taburan daging babi selalu menyertai sebagai lauk pilihan.
Ketika hijrah ke Indonesia, adaptasi dilakukan dengan mengganti babi menjadi daging ayam semur kecap dan kuah tidak dibuat terpisah.
Dilakukan sebagai upaya penyesuaian adat dan lidah lokal.
Walau keturunan Tiongkok, tidak kemudian membuat gerobak mi ayam menjadi berwana merah.
Padahal warna merah identik dengan kebudayaan Tiongkok.
Artinya, alasan pemilihan biru sebagai warna gerobak tidak menggunakan pendekatan sejarah.
"Kalau merujuk pada budaya Tiongkok yang identik dengan warna merah, maka biru tidak mewakili itu," ujar praktisi hotel, Hafil Ramadhan pada ayobandung.
Baca Juga: Icip-icip Mie Ayam Hijau yang Menyehatkan
Di tanah air, mi ayam tidak dapat dilepaskan dari Kabupaten Wonogiri.
Mirip seperti kisah pemangkas rambut yang mayoritas berasal dari Garut atau pecel lele asli Lamongan, Wonogiri jadi kawasan penghasil pedagang mi ayam.
Aliran mi ayam khas Wonogiri banyak diadopsi oleh para pedagang di Kota Bandung.
Cirinya dapat dilihat dari penataan posisi lauk pauk seperti potongan ayam dan sawi rebus yang diletakan pada bagian atas mie.
Soal racikan bumbu, pedagang asal Wonogiri juga memiliki citra khusus karena menggunakan minyak sayur dan lada.
"Kami para pedagang mi ayam percaya kalau warna biru pertama kali digunakan di Wonogiri. Soalnya mewakili identitas ningrat darah biru," ujar Badrul Adzani, pedagang mi ayam di kawasan Gegerkalong Bandung.
Baca Juga: Mie Gacoan di Bandung Disegel 2 Kali, Akibat Tidak Halal?
Lain cerita jika menggunakan pendekatan fungsi, maka pemilihan warna biru dipandang sebagai solusi yang bijak.
Secara ilmiah biru merupakan salah satu dari tiga warna primer additif selain merah dan kuning.
Berada di antara warna sian dan nila.
Selain itu, warna biru memiliki panjang gelombang yang pendek sekitar 450 sampai 490 nanometer.
Artinya, warna biru memiliki kemampuan untuk meminimalisir partikel angin dan debu sehingga tidak mudah kotor.
Hingga kini ayobandung masih terus mencari fakta di balik warna biru pada gerobak mi ayam.
Kini, biarkan itu tetap menjadi misteri massal yang entah apa jawabnya.
Itulah sekilas pandangan mengapa gerobak mi ayam berwarna biru.***(Arfian Jamul/AyoBandung.com)

Share this article
Berikut misteri kenapa gerobak mi ayam kebanyakan berwarna biru. Simak berbagai pandangannya di artikel ini.