Pro-Kontra Boleh atau Haram Merayakan Valentine Day Bagi Umat Islam

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Kota Bogor menolak terhadap perayaan Valentine Day di Tugu Kujang, Rabu (13/2/2019)/Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Kota Bogor menolak terhadap perayaan Valentine Day di Tugu Kujang, Rabu (13/2/2019)/Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Setiap bulan Februari, pembahasan tentang Valentine Day atau Hari Kasih Sayang selalu beredar di media sosial termasuk grup WhatsApp. Perbincangan utamanya menyangkut bagaimana hukum merayakan Valentine Day bagi umat Islam.

Polemik atas perayaan yang jatuh setiap 14 Februari tersebut biasanya menyangkut; apakah boleh atau malah haram bagi umat Islam ikut merayakan Valentine Day.

Berikut ini beberapa pandangan tentang hukum merayakan Valentine Day yang Ayojakarta kutip dari portal Islam:

Fatwa Ulama Mesir dan Tunisia tentang Hari Valentine

Sumber: BincangSyariah.Com 13 Februari 2019

Link: https://bincangsyariah.com/kalam/fatwa-ulama-mesir-dan-tunisia-tentang-hari-valentine/

Perayaan hari Valentine (hari kasih sayang) yang pada mulanya hanya dirayakan oleh orang-orang nonmuslim kini telah juga ikut dirayakan oleh orang-orang Muslim. Fakta ini menjadi sebuah problematika tersendiri bagi para ahli hukum Islam baik yang menyatu dalam sebuah lembaga fatwa atau para pakar hukum yang independen.

Ada yang memandang hari Valentine tidak boleh dirayakan dengan mengacu bahwa dalam sejarahnya perayaan sejenis ini dalam Islam tidak ditemukan asal usulnya. Di samping itu bagi mereka perayaan ini bagian dari kekhususan orang-orang nonmuslim sehingga umat Islam tidak boleh menyerupainya kalau tidak mau dianggap sebagai bagian dari mereka.

Lembaga Fatwa Mesir dan Tunisia mengatakan sebagaimana dilansir oleh situs www.alwatanvoice.com bahwa hari Valentine sah-sah saja dirayakan oleh umat islam asalkan dengan cara yang baik serta tidak keluar dari koridor Islam.

Pasalnya, perayaan yang dilakukan tidak bermaksud meniru orang-orang Kristen dan juga tidak menyangkut ritual mereka. Lebih lanjut, bagi mereka peringatan hari Valentine tidak ubahnya perayaan-perayaan sosial lainnya, seperti hari ibu, hari kemerdekaan, hari buruh dan perayaan-perayaan sosial lainnya.

“Grand Mufti Othman Batikh dari Tunisia berkata: Hari Valentine sah-sah saja dirayakan bukan malah diharamkan. Orang-orang yang mengatakan bahwa hal itu disamakan dengan mengikuti jejak orang-orang Nasrani tidaklah dibenarkan.

Karena mereka tidak masuk agama mereka atau mengadakan ritual keagamaan mereka ketika merayakan Hari Valentine.  Jadi tidak ada alasan untuk mencegah serta melarang  perayaan Hari Valentine, asalkan berangkat dari moralitas dan cara yang sesuai dengan islam.”

“Sheikh Ahmed Mamdouh, Sekretaris lembaga Fatwa Mesir mengatakan, bahwa dalam Islam tidak ditemukan nas atau dalil yang melarang menjadikan hari-hari tertentu sebagai hari istimewa dari sebuah peristiwa yang sudah terjadi selama dengan syarat tidak keluar dari batasan-batasan Islam, seperti menjadikan hari tertentu untuk memuliakan ibu.

Tidak ada alasan untuk melarangnya dalam rangka menebarkan rasa cinta dan kasih pada sesama.”

Beliau melanjutkan bahwa Nabi Muhammad saw. dalam pidatonya berpesan, barang siapa yang mencintai saudaranya maka katakanlah “saya mencintaimu karena Allah”. Konsep cinta bagi beliau lebih luas dan lebih komprehensif daripada cinta antara pria dan wanita, tetapi merupakan konsep yang lebih umum, antara sesama manusia.

Jangan Menyimpang dari Syariat Islam Saat Valentine Day

Sumber: Republika.co.id 12 Februari 2019

Link: https://republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/19/02/12/pmst1u384-jangan-menyimpang-dari-syariat-islam-saat-valentine-day

JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) berpesan kepada masyarakat Muslim khususnya kaum muda agar tidak menyimpang dari syariat Islam saat hari Valentine (Valentine day). MUI Jawa Barat tidak melarang tapi mengimbau agar tidak berlebihan dalam merayakan hari Valentine.

“(MUI Jawa Barat) bukan melarangnya, tapi jangan berlebihan (merayakannya), apalagi menyimpang dari syariat (Islam),” kata Ketua MUI Jawa Barat, Prof KH Rachmat Syafe'i kepada Republika.co.id, Selasa (12/2).

KH Rachmat menerangkan setiap bangsa mempunyai kebudayaan yang beragam. Kebudayaan Bangsa Indonesia sebaiknya dipelihara dengan baik. Sebab berbudaya dan bermasyarakat adalah tabiat manusia.

Namun untuk menghadapi sejumlah budaya, prinsip dan syariat Islam tidak boleh dilanggar. Dia menyaranka, kembangkan budaya yang baik dan sesuai dengan lingkungan bangsa sendiri saja. Tentu dengan cara tidak berlebihan, ramah dan santun.

Ketua Komisi Pengkajian dan Pengembangan MUI Jawa Barat, Ustaz Irfan Safrudin, menambahkan kegiatan Valentine mengungkapkan rasa kasih sayang dengan menunjukan semangat liberalisme dan hedonisme. Serta menunjukan prinsip manusia adalah segala-galanya yang tidak memiliki batasan.

Bahkan menganggap tidak ada Tuhan, agama dan budaya saat mengekspresikan kasih sayang. Valentine digerakkan oleh kelompok yang ingin kebebasan dan ingin memutuskan norma agama, budaya dan sosial. “Kalau ini terus (jadi budaya) generasi muda, nanti mereka tidak peduli lagi dengan agama dan budaya, targetnya generasi (muda dibuat) melonggarkan nilai agama dan budaya,” ujarnya.

Ustaz Irfan mengimbau generasi muda agar tidak merayakan Valentine. Sebab kalau dilihat dari sejarah dan filosofinya, Valentine menginginkan ada kebebasan dalam menyatakan kecintaannya tanpa sekat-sekat agama dan budaya. Jadi untuk apa generasi muda merayakan Valentine jika sekadar hura-hura, mengikuti yang lain dan pemborosan.

Ia menegaskan ada hal yang lebih penting untuk diperhatikan generasi muda, yakni masalah-masalah yang sedang dihadapi generasi muda bangsa ini. Termasuk persoalan pendidikan dan ekonomi.

Hari Valentine: Hari Zina Internasional

Sumber: Konsultasisyariah.com

Link: https://konsultasisyariah.com/10485-valentines-day-hari-zina-internasional.html

Di antara bencana yang menimpa pemuda Islam adalah sikap latah meniru kebiasaan orang kafir. Salah satu di antaranya, memeriahkan Valentine’s Day. Valentine’s day, 100% datang dari orang kafir.

Kita semua sepakat bahwa valentine datang dari budaya nonmuslim. Terlalu banyak referensi tentang sejarah dan latar belakang munculnya hari valentine, yang mengupas hal itu. Saking banyaknya, mungkin kuranng bijak jika kami harus mengulas ulang pembahasan yang sudah berceceran tentang sejarah Valentine’s. Untuk itu, kami di sini hanya ingin meyakinkan bahwa valentine murni dari orang kafir.

Klaim: Kami mengakui bahwa valentine’s day buatan orang kafir, tapi kami sama sekali tidak melakukan ritual mereka. Kami hanya menjadikan hari ini sebagai hari untuk mengungkapkan rasa cinta kepada kekasih. Sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan acara keagamaan. Apakah ini tetap dilarang?

Jawab:

Alasan ini tidak dapat diterima. Setelah Anda memahami bahwa hari valentine adalah budaya orang kafir, ada beberapa konsekuensi yang perlul Anda pahami:

Pertama, turut memeriahkan valentine’s day dengan cara apapun, sama saja dengan meniru kebiasaan orang kafir. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan ancaman yang sangat keras, bagi orang yang meniru kebiasaan orang kafir. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang meniru suatu kaum maka dia bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

“Hadis ini, kondisi minimalnya menunjukkan haramnya meniru kebiasaan orang kafir. Meskipun zahir (makna tekstual) hadis menunjukkan kufurnya orang yang meniru kebiasaan orang kafir. Sebagaiman firman Allah Ta’ala yang artinya, ‘Siapa di antara kalian yang memberikan loyalitas kepada mereka (orang kafir itu), maka dia termasuk bagian orang kafir itu’. (QS. Al-Maidah: 51).” (Iqtidha’ Shirathal Mustaqim, 1:214)

Pada hadis di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membedakan tujuan meniru kebiasaan orang kafir itu. Beliau juga tidak memberikan batasan bahwa meniru yang dilarang adalah meniru dalam urusan keagamaan atau mengikuti ritual mereka. Sama sekali tidak ada dalam hadis di atas. Karena itu, hadis ini berlaku umum, bahwa semua sikap yang menjadi tradisi orang kafir, maka wajib ditinggalkan dan tidak boleh ditiru.

Kedua, memeriahkan hari raya orang kafir, apapun bentuknya, meskipun hanya dengan main-main, dan sama sekali tidak diiringi dengan ritual tertentu, hukumnya terlarang.

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah, beliau menjumpai masyarakat Madinah merayakan hari raya Nairuz dan Mihrajan. Hari raya ini merupakan hari raya yang diimpor dari orang Persia yang beragama Majusi. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, beliau bersabda,

“Saya mendatangi kalian (di Madinah), sementara kalian memiliki dua hari yang kalian gunakan untuk bermain di masa jahiliyah. Padahal Allah telah memberikan dua hari yang lebih baik untuk kalian: Idul Qurban dan Idul Fitri”. (HR. Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan dishahihkan Syaikh Ali Al-Halabi)

Mari kita simak dengan seksama hadis di atas. Penduduk Madinah, merayakan Nairuz dan Mihrajan bukan dengan mengikuti ritual orang Majusi. Mereka merayakan dua hari raya itu murni dengan main-main, saling memberi hadiah, saling berkunjung, dst.

Meskipun demikian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap melarang mereka untuk merayakannya, menjadikannya sebagai hari libur, atau turut memeriahkan dengan berbagai kegembiraan dan permainan. Sekali lagi, meskipun sama sekali tidak ada unsur ritual atau peribadatan orang kafir.

Oleh karena itu, meskipun di malam valentine’s sekaligus siang harinya, sama sekali Anda tidak melakukan ritual kesyirikan, meskipun Anda hanya membagi coklat dan hadiah lainnya, apapun alasannya, Anda tetap dianggap turut memeriahkan budaya orang kafir, yang dilarang berdasarkan hadis di atas.

Sudah menjadi rahasia umum, intensitas zina meningkat pesat di malam valentine. Hari itu dijadikan momen paling romantis untuk mengungkapkan rasa cinta kepada pacar dan kekasih.

Apabila valentine hanya sekadar pacaran dan makan malam, setelah itu pulang ke “kandang” masing-masing, ini cara valentine zaman 70-an, kuno! Saat ini, valentine telah resmi menjadi hari zina.

Bukan hanya mengungkap perasaan cinta melalui hadiah coklat, tapi saat ini dilampiri dengan kondom. Allahu akbar! Apa yang bisa Anda bayangkan? Malam Valentine menjadi kesempatan besar bagi para pemuda dan mahasiswa pecundang untuk merobek mahkota keperawanan gadis dan para wanita.

Malam Valentine diabadaikan dengan lumuran maksiat dan dosa besar. Lebih parah dari itu, semua kegiatan di atas mereka rekam dalam video untuk disebarkan ke berbagai penjuru bumi melalui dunia maya. Bukankah ini bencana besar?! Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun..

Di manakah rasa malu mereka?! Di manakah rasa keprihatinan mereka dengan umat?! Akankah mereka semakin memperparah keadan?!

Wahai para pemuda pecundang…, jangan karena kalian tidak mampu menikah kemudian kalian bisa sewenang-wenang menggagahi wanita??

Wahai para pemudi yang hilang rasa malunya…, jangan karena sebatang cokelat dan romantisme picisan Anda merelakan bagian yang paling berharga pada diri Anda. Laki-laki yang saat ini sedang menjadi pacarmu, bukan jaminan bisa menjadi suamimu. Bisa jadi kalian sangat berharap kasih sayang sang kekasih, namun di balik itu, obsesi terbesar pacarmu hanya ingin melampiaskan nafsu binatangnya dan mengambil madumu.

Bertaubatlah wahai kaum muslimin…

Ingatlah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Jika perbuatan kekejian sudah merebak dan dilakukan dengan terang-terangan di tengah-tengah masyarakat, maka Allah akan menimpakan kehancuran kepada mereka.” (HR. Hakim dan beliau shahihkan, serta disetujui Ad-Dzahabi)

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewab Pembina Konsultasi Syariah)

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

News Update

Nasional 05 Jun 2026, 20:21 WIB

BBM Mulai Dicampur Bioetanol 5%, Ini Efeknya untuk Mobil dan Motor Tua

Mulai semester II 2026, seluruh SPBU di Jawa wajib jual bensin campur etanol 5% (E5) sesuai Permen ESDM 4/2025. BBM ini ramah lingkungan & aman buat kendaraan modern, tapi berisiko korosi bagi mesin.

Sport 05 Jun 2026, 19:18 WIB

Lebih dari 50 Tenant Indonesia Open 2026 Gunakan Pembayaran Digital BNI

BNI menghadirkan pembayaran digital di Indonesia Open 2026 melalui EDC dan QRIS wondr untuk transaksi praktis.

Hiburan 05 Jun 2026, 18:55 WIB

Sedang Berkonflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Tulis Pesan Haru di Hari Ulang Tahun Anak

Meski hubungan dengan Sarwendah memanas akibat video viral, Ruben Onsu tetap fokus pada anak. Ia mengucapkan ultah menyentuh untuk Thalia dan berharap pihak luar tak memperkeruh mental anak mereka.

Nasional 05 Jun 2026, 17:55 WIB

PNM Hadir hingga Pulau Arar, Perkuat Akses Keuangan bagi Perempuan Pesisir Papua

PNM Mekaar bantu perempuan di Pulau Arar, Papua Barat Daya, mengembangkan usaha, memperbaiki rumah, dan akses keuangan.

News 05 Jun 2026, 17:44 WIB

Isu Reshuffle Kembali Mencuat, Kabar Purbaya Mundur dari Menkeu hingga Said iqbal Disebut akan Masuk Kabinet, Benarkah?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal kabar Purbaya mundur dari Menkeu dan Said Iqbal masuk kabinet, begini katanya.

Gadget 05 Jun 2026, 17:29 WIB

Samsung Segera Rilis Galaxy Fold 8 dalam Waktu Dekat, Intip Bocoran Spesifikasinya

Samsung Galaxy Z Fold 8 & 8 Ultra masuk sertifikasi Bluetooth. Varian standar hadir dengan layar luar lebih lebar mirip paspor untuk ergonomi, sementara varian Ultra tawarkan kamera & mesin premium.

Nasional 05 Jun 2026, 16:10 WIB

Gebrakan Anyar Nanik S Deyang Setelah Ditunjuk jadi Kepala BGN: Efisiensi Anggaran hingga Perbaiki Kualitas MBG 2026

Nanik S Deyang menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anggaran yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

Metropolitan 05 Jun 2026, 15:42 WIB

Angkat Tema 'Navigating Resilience' Taman Ismail Marzuki jadi Tuan Rumah Jakarta Future Festival 2026 Mulai 5-7 Juni, Ini Persiapannya

JFF 2026 akan menghadirkan berbagai diskusi, pameran, hingga kolaborasi lintas sektor yang membahas masa depan Jakarta.

Jakarta Pusat 05 Jun 2026, 15:21 WIB

Pramono Pastikan JPO Senen Sentral Sudah Beroperasi Penuh Sejak Kamis Sore, Sempat Terhambat karena Masalah Administrasi dan Komunikasi

Sebelumnya JPO ini sempat tertutup akibat proses perbaikan pascakerusakan yang terjadi pada aksi unjuk rasa tahun 2025 lalu.

Gadget 05 Jun 2026, 15:01 WIB

Adu Spesifikasi Vivo X300 Ultra vs OPPO Find X9 Ultra, Mana yang Lebih Gacor?

Vivo X300 Ultra (Rp26 jt) & Oppo Find X9 Ultra (Rp28 jt) bersaing ketat. Oppo unggul di baterai 7.050 mAh, performa AnTuTu, zoom, & ColorOS matang. Vivo elegan, punya fitur MacBook.

Metropolitan 05 Jun 2026, 14:23 WIB

Pengumuman untuk Warga Jakarta, Distribusi Air PAM Jaya Alami Gangguan Sementara Mulai Malam Ini Jam 23.00 WIB, Berikut Wilayah yang Terdampak

Dikutip dari akun Instagram @dkijakarta, suplai air diperkirakan akan kembali normal bertahap pada Sabtu, (6/6) mulai pukul 03.00 WIB.

Metropolitan 05 Jun 2026, 14:08 WIB

Syaratnya Hanya KTP DKI, Pemprov Jakarta Buka 20843 Lowongan Kerja Padat Karya, Gaji UMP!

Kabar gembira bagi kamu warga ibu kota yang sedang mencari pekerjaan, Pemprov DKI Jakarta diketahui membuka 2.843 lowongan kerja padat karya.

Metropolitan 05 Jun 2026, 14:01 WIB

Menuju Perayaan HUT ke 499 Kota Jakarta, Berikut Rangkaian Acara Seru yang Digelar Mulai Hari Ini hingga 12 Juni 2026

Di pekan pertama Juni 2026, sejumlah acara menarik akan digelar di sejumlah titik seperti di Taman Ismail Marzuki hingga Jiexpo Kemayoran.

Jakarta Pusat 05 Jun 2026, 13:40 WIB

1 Orang Meninggal Dunia, Kebakaran di Cideng Tanah Abang Diduga Akibat Ledakan Kompor Gas

Diduga akibat ledakan kompor gas tiga rumah semi permanen di Jalan Citarum Atas RT 18 / RW 01 Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat, 5 Juni 2026 pagi hangus terbakar.

Jakarta Utara 05 Jun 2026, 13:32 WIB

Progres Capai 50 Persen, Sudin SDA Jakarta Utara Perbaiki Kali Sunter Upaya Atasi Banjir!

Progres sudah mencapai 50 persen, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara terus melakukan perbaikan turap Kali Sunter di Jalan Yos Sudarso.

News 05 Jun 2026, 12:52 WIB

HET MinyaKita Dikabarkan akan Mengalami Kenaikan, jadi Berapa? Ini Bocoran dari Pemerintah

Keputusan ini diambil menyusul kenaikan harga minta sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang akan terjadi dalam satu atau dua minggu ini.

Jakarta Timur 05 Jun 2026, 12:41 WIB

Satpel SDA Kramat Jati Perbaiki Turap Saluran PHB Induk Batu Ampar Sepanjang 50 Meter

Kepala Satpel SDA Kecamatan Kramat Jati, Muchlis, mengatakan perbaikan difokuskan pada bagian turap yang mengalami keretakan dan penurunan struktur.

Metropolitan 05 Jun 2026, 11:41 WIB

CFD di Rasuna Said Dimulai 7 Juni 2026 Pukul 05.30-09.00 WIB, Berikut Info Rute Alternatif Lalu Lintasnya

Pelaksanaan CFD di Rasuna Said akan berdampak pada pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang terhubung langsung dengan kawasan tersebut.

News 05 Jun 2026, 11:28 WIB

Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator Kasus Dugaan Korupsi MBG, Siap Bongkar Nama Penting?

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya akan mengajukan permohonan sebagai justice collaborator (JC) kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jakarta Timur 05 Jun 2026, 10:54 WIB

Puskesmas Matraman Kini Punya Gedung 4 Lantai, Pramono: Layak Jadi Rumah Sakit

Kehadiran Puskesmas Matraman yang lebih modern ini diharap mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat di wilayah terserbut dan sekitarnya.