AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah mempercepat pengerjaan berbagai infrastruktur pengendali banjir yang ditargetkan rampung bertahap hingga 2027.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya intensitas hujan ekstrem yang kerap memicu genangan di sejumlah wilayah ibu kota.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin, mengatakan percepatan pembangunan difokuskan pada peningkatan kapasitas sistem pengendalian banjir, mulai dari pompa air, normalisasi sungai, tanggul pantai, hingga pembangunan embung dan waduk.
Ika mengatakan bahwa kapasitas infrastruktur pengendali banjir saat ini hanya mampu menampung curah hujan sekitar 100-150 mm.

Dengan daya tampung tersebut, sejumlah wilayah masih rawan dengan munculnya genangan terutama saat curah hujan tinggi.
Untuk memperkuat sistem pengendalian banjir, Pemprov DKI membangun dan meningkatkan kapasitas pompa air di sejumlah titik rawan genangan.
Beberapa proyek strategis di antaranya berada di kawasan Bulak Cabe, Pegangsaan Dua, Cilincing KBN, hingga Daan Mogot.
Selain pembangunan baru, peningkatan kapasitas juga dilakukan pada sejumlah rumah pompa eksisting seperti Pompa Ancol dan Pompa IKIP agar mampu mengalirkan debit air lebih besar saat hujan deras.

Penataan sungai dan saluran air di berbagai wilayah Jakarta juga terus dilanjutkan.
Proyek tersebut mencakup peningkatan tanggul, pengerukan, serta pelebaran aliran sungai untuk mempercepat aliran air menuju laut.
Beberapa lokasi yang menjadi prioritas penanganan antara lain Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Grogol, Kali Cideng Atas, hingga Kali Cakung Lama.
Di sisi lain, pembangunan tampungan air baru turut menjadi fokus utama.

Dinas SDA saat ini juga mengerjakan pembangunan Embung Pondok Labu, Embung Kebagusan, serta Waduk Sunter Hulu.
Hal ini diharapkan dapat mengurangi limpasan air saat hujan deras.
Keberadaan embung dan waduk ini diproyeksikan untuk membantu pengendalian banjir di kawasan aliran Kali Krukut, Kali Mampang, dan Kali Sunter yang selama ini kerap terdampak genangan.
Normalisasi sungai juga terus dilanjutkan bertahap di sejumlah titik strategis, termasuk Sungai Ciliwung dan Kali Krukut.

Pemprov DKI menilai langkah ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai sekaligus memperlancar aliran air saat musim hujan.
Sementara itu, di wilayah pesisir utara Jakarta, proyek tanggul pengaman pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) masih terus berjalan di kawasan Pantai Mutiara, Muara Baru, dan Kali Blencong.***
Share this article
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya intensitas hujan ekstrem yang kerap memicu genangan di sejumlah wilayah ibu kota.