AYOJAKARTA.COM - Dalam perkembangan terbaru terkait Pilgub Jakarta, tiga partai besar yaitu PKS, PKB dan NasDem dikabarkan semakin terbuka untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Langkah ini menimbulkan spekulasi mengenai siapa yang akan mendukung Anies Baswedan jika ketiga partai ini benar-benar berpindah haluan.
Anies Baswedan yang selama ini diusung NasDem sebagai calon presiden tampaknya berada dalam situasi yang semakin sulit.
Dengan kemungkinan bergabungnya NasDem, PKS dan PKB ke KIM, Anies bisa kehilangan dukungan signifikan yang dibutuhkan untuk bertarung dalam Pilgub Jakarta.
Baca Juga: PDIP Dengar Isu Penjegalan di Pilgub Jakarta, Anies Baswedan: I Feel You Pak Hasto
Pertanyaan yang muncul kini adalah siapa yang akan mendukung Anies Baswedan jika ketiga partai ini meninggalkannya?
Apakah PDIP sebagai salah satu partai terbesar di Indonesia mau memberikan dukungannya?
Pertemuan terbaru antara Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) juga memicu spekulasi mengenai peta politik Pilgub Jakarta.
Pakar politik Nyarwi Ahmad memberikan pandangannya terkait situasi ini.
Baca Juga: Golkar Resmi Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta 2024, PKS Siap Merapat Koalisi KIM Plus!
Menurutnya, pertemuan tersebut memiliki implikasi luas termasuk dalam konteks Pilkada Jakarta.
Meski pembicaraan juga mencakup Pilkada Jawa Barat dan Jawa Timur, Jakarta tetap menjadi fokus utama mengingat posisi strategisnya.
Nyarwi Ahmad menyebut bahwa PKB memiliki jumlah kursi yang cukup besar di Jakarta.
Jika PKB memilih berkoalisi dengan PDIP dan mendukung Anies, hal ini bisa mempermudah jalan Anies menjadi pesaing kuat Ridwan Kamil yang saat ini juga dipandang sebagai calon kuat dalam Pilgub Jakarta.
Baca Juga: Cawagub Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta Berpotensi dari Luar KIM, Begini Kata Gerindra
Namun, skenario ini menjadi tak pasti jika PKB akhirnya memutuskan bergabung dengan KIM.
Lebih lanjut, Nyarwi Ahmad menjelaskan bahwa peluang Anies untuk berlayar dalam Pilgub Jakarta akan semakin sulit jika PKB dan terutama PKS memilih menerima pinangan KIM.
"Saya kira itu makin apa, makin sulit ketika misalnya termasuk PKB itu nantinya masuk dalam barisan Koalisi Indonesia Maju apalagi misalnya PKS gitu menerima pinangan dari Koalisi Indonesia Maju dengan mendapatkan peluang untuk tiket calon wakil gubernur itu," jelas Nyarwi Ahmad dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews, Sabtu (10/8/2024).
PDIP yang selama ini dikenal memiliki kekuatan politik yang solid di Jakarta bisa menjadi penentu nasib Anies di Pilgub Jakarta.
Baca Juga: Soal Peluang Diusung untuk Maju Pilgub Jakarta, Ahok: Saya Kan Petugas Partai
Namun, apakah PDIP bersedia mendukung Anies masih menjadi tanda tanya besar.
Sejarah politik dan dinamika koalisi saat ini membuat keputusan PDIP sulit diprediksi.
Jika PDIP memutuskan tak mendukung Anies, maka jalan Anies menuju kursi Gubernur Jakarta bisa semakin terjal.
Dalam konteks ini, dukungan dari partai besar seperti PKB, PKS dan NasDem menjadi krusial bagi Anies.
Baca Juga: Sekjen Partai Gerindra Buat Pantun, Beri Petunjuk Ridwan Kamil Resmi Maju di Pilgub Jakarta?
Dengan dinamika politik yang terus berkembang, siapa yang akan mendukung Anies dan bagaimana PDIP akan bersikap menjadi poin penting yang akan menentukan peta politik Jakarta ke depan.
Sampai saat ini, situasi politik di Jakarta masih terus bergerak dinamis.
Keputusan partai-partai besar dalam beberapa minggu ke depan akan menjadi penentu arah Pilgub Jakarta dan nasib Anies Baswedan di panggung politik ibu kota.
Publik kini menunggu dengan penuh antisipasi, siapa yang akan keluar sebagai kandidat terkuat dalam Pilgub Jakarta mendatang.***

Share this article
Jika PKS, PKB dan NasDem bakal bergabung dengan KIM, siapakah yang akan mendukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta?