AYOJAKARTA.COM – Jelang Pilgub Jakarta 2024, masyarakat dihebohkan dengan flyer Anies Baswedan dan Rano Karno yang beredar di grup percakapan WhatsApp (WA) dan akun sosial media X.
Di flyer tersebut terdapat foto Anies dan Rano Karno yang memakai baju putih dan peci hitam.
Selain itu, di bagian atas bertuliskan “Deklarasi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta 20 Agustus 2024”.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto menyampaikan flyer yang beredar tersebut merupakan bentuk ekspresi masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa sampai saat ini, PDIP masih belum menentukan siapa yang akan diusung partai berlambang banteng tersebut.
Hasto mengatakan bahwa ia masih menunggu keputusan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
“Ya itu ada aspirasi misalnya dari akar rumput untuk Mas Anies dan Si Doel anak Betawi Mas Rano Karno”, ujar Hasto Kristiyanto dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews, Senin (19/8/2024).
“Itu merupakan ekspresi dari arus bawah, partai terus mencermati suara-suara rakyat dan juga mencermati ketika saat ini ada juga yang menggunakan KTP Warga Jakarta tanpa pemberitahuan terkait dengan calon perorangan”, lanjutnya.
Menurut pengamat politik, Hendri Satrio mengatakan jika PDIP dan PKB berkoalisi, sangat memungkinkan PDIP mengusulkan Rano Karno dan PKB akan mengusulkan kadernya.
Maka koalisi antara PDIP dan PKB di Pilgub Jakarta 2024 tersebut bisa membuat PKB merasa nyaman.
“Kalau kemudian PDI Perjuangan dan PKB bekerja sama atau berkoalisi maka sangat mungkin yang didorong Rano Karno sebagai calon gubernur dan PKB mendorong kadernya sebagai calon wakil gubernur, hal ini pun bisa nyaman untuk PKB”, ucap Hendri Satrio dikutip Ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Senin, 19 Agustus 2024.
Hendri mengatakan hal tersebut karena PKB dan PDIP akan bermuktamar atau merapat dan tampaknya mereka cukup enggan berseberangan dengan koalisi penguasa saat ini.
Lebih lanjut, pengamat politik tersebut menyampaikan bahwa apa yang terjadi di Golkar seharusnya menjadi pelajaran untuk PKB dan PDIP.
“Karena hari ini mereka akan bermuktamar kemudian nampaknya cukup enggan juga untuk head to head ya atau berseberangan dengan rezim penguasa hari ini”, kata Hendri.
“Tentunya pelajaran Golkar itu akan menjadi pelajaran dari untuk semua partai politik juga termasuk PKB dan PDI Perjuangan” sambungnya.***

Share this article
Kata pengamat poltik Hendri Satrio soal beredarnya flier Anies Baswedan dan Rano Karno di Pilgub Jakarta.