AYOJAKARTA.COM – Wacana akan munculnya calon tunggal atau kotak kosong dalam Pilgub Jakarta yang menjadi kekhawatiran sebagian kalangan, kini terbantahkan.
Sebelumnya, sosok Ridwan Kamil yang didukung KIM Plus disebut akan menjadi satu-satunya kontestan atau calon tunggal dalam Pilgub Jakarta.
Anggapan calon tunggal di Pilgub Jakarta terbantahkan usai KPU menetapkan pasangan Dharma-Kun maju dari jalur independen sebagai calon lawan Ridwan Kamil.
Berbekal sebanyak 677.468 dukungan dari warga Jakarta yang dibuktikan melalui KTP, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana kini siap berlaga di Pilgub Jakarta.
Baca Juga: Warga Jakarta, Begini Cara Melaporkan KTP yang Dicatut untuk Mendukung Paslon Tertentu
Usai ditetapkan sebagai salah satu kandidat peserta Pilgub Jakarta, pasangan pensiunan Polri dan ilmuwan tersebut berterima kasih atas dukungan yang diberikan.
“Kami tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan oleh warga Jakarta yang telah mendukung,” tegas Dharma Pongrekun dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV, Minggu (18/8/2024).
Meski dalam Pilgub Jakarta mendatang akan melawan figur kenamaan yang juga didukung KIM Plus, pasangan Dharma-Kun memilih menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.
Terbentuknya KIM Plus di perhelatan Pilgub Jakarta oleh sejumlah analis politik disebut akan membawa dampak kurang menyenangkan bagi Anies Baswedan dan PDI Perjuangan.
Tanpa adanya dukungan suara dari partai politik yang cukup, Anies bisa dipastikan akan gagal berlaga di Pilgub Jakarta.
Selain Anies yang akan gagal berkontestasi, PDI Perjuangan juga disebut akan ditinggal dalam Pilgub Jakarta lantaran perolehan kursi di parlemen kurang memenuhi syarat.
Pernyataan yang membuat PDIP terkesan ditinggal juga sempat disinggung Megawati Soekarnoputri saat melantik sejumlah kadernya.
Sehubungan adanya pandangan politik dari PDIP tersebut, Ketum Gerindra Prabowo Subianto memberi tanggapan.
Baca Juga: Anies Baswedan Ungkap KTP 2 Anak dan Timnya Dicatut untuk Dukung Bakal Cagub Independen
Menurut Prabowo, keputusan menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Maju merupakan hak masing-masing parpol sehingga tak ada paksaan.
“Saya tidak mengerti ditinggal atau meninggalkan, siapa yang meninggalkan siapa, saya tidak mengerti,” ungkap Prabowo Subianto.
Disebut-sebut akan menjadi lawan bagi Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta, Anies Baswedan menyoroti proses pasangan Dharma-Kun dalam mendapat dukungan dari warga Jakarta.
Melalui akun X, Anies menyebut proses pencarian dukungan yang dilakukan Dharma-Kun untuk maju dalam Pilgub Jakarta tak sepenuhnya sesuai ketentuan.
Baca Juga: Warga Jakarta Cek KTP Sekarang Juga! Awas Disalahgunakan untuk Mendukung Paslon Tertentu
Berdasarkan hasil tangkapan layar di sistem KPU, diketahui identitas sejumlah keluarga dan kerabat dekat Anies telah dicatut sebagai pendukung pasangan Dharma-Kun.
Melalui Angga Putra Fidrian selaku Jubir Anies Baswedan, pihaknya menyebut tak pernah mendapat permintaan dukungan serta verifikasi faktual dari KPU.
Karena itu, Angga meminta agar proses hukum dilakukan guna memastikan hak politik bagi warga Jakarta dalam Pilkada tak diabaikan.***
Share this article
Anies Baswedan sebut KTP anggota keluarganya dicatut sebagai pendukung calon independen, benarkah bagian skenario calon tunggal Pilgub?