AYOJAKARTA.COM – Mengaku menemukan sejumlah bukti kecurangan di Pilkada Jakarta, tim pemenangan Rido mendesak agar PSU atau Pemungutan Suara Ulang dilakukan.
Tim pemenangan Rido menilai, KPU sebagai penyelenggara perlu mengambil tindakan melakukan Pemungutan Suara Ulang terkait adanya kecurangan di Pilkada Jakarta.
Pemungutan Suara Ulang Pilkada Jakarta, menurut Basri Baco selaku Sekretaris tim pemenangan Rido perlu dilakukan di sejumlah TPS yang terindikasi melakukan kecurangan.
“Kita berharap semua TPS yang didapati banyak ada warga yang dihilangkan haknya, kita menuntut ke KPU, Bawaslu agar diberikan kesempatan PSU,” ungkap Basri.
Dengan melakukan PSU, tim Rido meyakini hasil perolehan suara Pilkada Jakarta akan menjadi lebih objektif serta dapat diterima masyarakat.
Basri menambahkan, jumlah partisipasi warga Jakarta dalam Pilkada yang rendah perlu diselesaikan dengan menggelar Pilkada dua putaran.
“Makanya, pilihan yang paling bagus adalah dua putaran, dengan partisipasi yang rendah seperti ini, sangat menyedihkan sebenarnya,” imbuh Basri.
Kendati pengumuman hasil Pilkada Jakarta belum resmi diumumkan, tim Rido telah bersiap untuk melakukan gugatan hukum hingga ke tingkat Mahkamah Konstitusi.
Terkait dengan keinginan paslon nomor urut satu yang ingin melakukan gugatan PSU karena terindikasi adanya kecurangan, Ketua KPUD Jakarta memberi tanggapan.
Menurut Wahyu Dinata, KPU Jakarta mempersilahkan kesempatan dan memberikan ruang bagi siapapun untuk berpendapat.
Baca Juga: Harga 4 Hp Flagship Samsung Terbaru di Bulan November 2024, Siap Bongkar Tabungan?
“Kami mempersilahkannya karena itu bagian dari hak, dan mudah-mudahan kalau tidak ada gugatan semua akan lancar,” jelasnya.
Sehubungan dengan tim pemenangan Rido yang bersikeras melakukan gugatan PSU hingga peluang adanya konflik, Ray Rangkuti selaku Direktur Lingkar Madani memberi tanggapan.
Menurut Ray, pelaksanaan Pilkada Jakarta 2024 sudah relatif berjalan dengan lancar dan aman sehingga potensi adanya konflik sangat minim.
Selain karena aspek pemilihan berjalan dengan relatif aman, Ray melihat tidak ada pelanggaran berat yang bisa menjadi momentum munculnya konflik.
“Rasa-rasanya nggak ada poin yang memungkinkan orang melakukan semacam kengototan, saya tidak melihat ada kasus yang berat,” ungkap Ray.
Berbeda geliat dengan tim Rido yang masih berusaha mengumpulkan bukti kecurangan, tim pemenangan paslon Pramono-Rano justru semangat menyampaikan maklumat.
Baca Juga: Dana KJP Plus Cair 6 Desember untuk Peserta Didik! Bisa Buat Beli Barang Apa Saja?
Dalam keterangan resminya, Ketua Tim Pemenangan Pramono-Rano mengungkap hasil perolehan suara pasangan nomor urut tiga dan nomor urut satu.
Berdasarkan hasil rekapitulasi di 44 kecamatan yang tersebar di Jakarta, pasangan Pramono-Rano dipastikan unggul di sebanyak 42 kecamatan.
“Pasangan Pramono-Rano memperoleh 50,07 persen, sedangkan paslon satu 39,40 persen,” jelas Lis Hartono atau akrab disebut Cak Lontong selaku Ketua Tim . ***

Share this article
Mengaku menemukan sejumlah bukti kecurangan di Pilkada Jakarta, tim pemenangan Rido mendesak agar KPU lakukan 2 putaran