AYOJAKARTA.COM - Jakarta kembali dihadapkan pada tantangan besar terkait kemacetan lalu lintas, kali ini akibat sejumlah proyek infrastruktur besar yang berjalan serentak, salah satunya Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1.
Proyek ini menjadi sorotan publik karena pengerjaannya kerap memicu kepadatan di ruas-ruas utama, termasuk Jalan Jembatan Tiga Raya, Jakarta Utara.
Jakarta Sewerage Development Project merupakan proyek strategis nasional yang bertujuan membangun sistem pengelolaan air limbah terpadu.
Baca Juga: Program Magang Berdampak Masih Dibuka, Mahasiswa Bisa Dapat Gaji Rp2,8 Juta Per Bulan
Proyek ini sangat penting mengingat kepadatan penduduk ibu kota dan tingginya volume limbah domestik yang harus diolah secara aman dan berstandar.
Sistem pengolahan limbah ini akan mengalirkan limbah dari permukiman ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar kualitas air yang dilepas ke lingkungan tetap sesuai standar.
Proyek JSDP Zona 1 khususnya sedang menjalani tahap krusial berupa pemasangan pipa menggunakan metode pipe jacking, termasuk pembangunan driving shaft dan arrival shaft yang merupakan dua struktur penting dalam mendukung presisi elevasi dan arah pipa.
"Jadi memang untuk proses jacking itu kan butuh waktu ya. Kita harus melakukan pembuatan shaft, driving shaft dan arrival shaft dan itu memakan waktu sekitar tiga bulan," ujar Giovanni Deo selaku Construction Engineer PT Adhi Karya (Persero) Tbk dilansir dari akun Instagram DKI Jakarta.
Baca Juga: Kesempatan Terakhir! Ini Cara Cek Sekolah SMA/SMK Punya Pagu atau Kuota Kosong di SPMB Jatim Tahap 3
"Dari proses konstruksi shaft itu kita tidak bisa langsung mengerjakan karena kita harus setting berbagai macam seperti lantai kerja, lalu kita setting elevasinya, kita set alignment-nya," sambungnya lagi.
"Itulah kenapa mungkin rekan-rekan berpikiran kenapa ada pagar yang tidak ada aktivitas itu sebenarnya pertama bisa jadi itu arrival shaft yang menunggu datangnya pipa jacking. Karena kita pada saat jacking, arrival shaft memang kondisinya harus idle," pungkasnya.
Karena kompleksitas teknis tersebut, pengerjaan membutuhkan waktu dan kehati-hatian tinggi agar proyek berjalan lancar dan aman.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bahkan turun langsung meninjau progres proyek ini di Pluit pada Oktober 2024, bersama Menteri PU, Pj Gubernur DKI, dan jajaran lainnya.
Baca Juga: Terbaru! Status PKH dan BPNT Tahap 2 via PT Pos Indonesia di SIKS-NG, Sudah Cair atau Belum?
Proyek ini didanai melalui skema pinjaman JICA Jepang dan melibatkan empat perusahaan besar dalam konsorsium OWJJ (Obayashi, Wijaya Karya, Jaya Konstruksi, JFE Engineering).
Sayangnya, pengerjaan proyek ini kerap dikritik karena dianggap memperparah kemacetan. Pemprov DKI pun menegaskan akan menjatuhkan sanksi kepada kontraktor yang abai terhadap manajemen lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Gubernur Pramono Anung menegaskan pentingnya efisiensi ruang jalan dan meminta agar galian proyek tak aktif segera ditutup agar tak mengganggu publik.
Lantas, kapan proyek ini rampung?
Pembangunan Jakarta Sewerage Development Project Zona 1 dimulai pada 18 April 2023 dan ditargetkan selesai pada 16 Oktober 2027, dengan progres per Juni 2025 mencapai lebih dari 18,24%.
Baca Juga: PKH dan BPNT Tahap 2 Terus Disalurkan, Kemensos Mulai Siapkan Pencairan Tahap 3

Share this article
Proyek JSDP Zona 1 jadi biang macet Jakarta, ditarget rampung 16 Oktober 2027, progres kini capai lebih dari 18,24%.