AYOJAKARTA.COM – Salah satu hal yang menjadi sorotan hakim saat persidangan kasus pembunuhan Brigadir J adalah fakta bahwa ajudan terdakwa Putri Candrawathi ternyata semua laki-laki, termasuk Novriansyah Yosua Hutabarat.
Penunjukkan Brigadir J sebagai ajudan Putri Candrawathi memantik berbagai persoalan baru.
Hal tersebut berkaitan dengan siapakah yang menugaskan Brigadir J menjadi ajudan Putri, apakah karena perintah Sambo ataukah keinginan Putri.
Pernyataan berbeda dilontarkan oleh Putri dan kakak mendiang Brigadir J, Putri menyebut penunjukkan Yosua sebagai ajudan atas perintah Sambo.
Namun, berdasarkan kesaksian kakak Brigadir J, menyebut bahwa hal ini merupakan keinginan dari Putri.
Sebelumnya dalam persidangan, hakim mempertanyakan mengapa ajudan Putri Candrawathi tidak ada yang berjenis kelamin perempuan
Pernyataan ini mencuat setelah ART Ferdy Sambo, Susi memberikan kesaksian pada persidangan.
Dikutip AyoJakarta.com dari Channel Youtube Kompas TV, terdapat klip video yang menunjukkan hakim tengah menyorot jenis kelamin ajudan Putri Candrawathi.
Hakim melontarkan pertanyaan kepada Susi terkait apakah ada ajudan Putri Candrawathi berjenis kelamin perempuan.
Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2023: Formasi, Sistem Baru dan Cara Daftar SSCASN
“Apa ada ajudan PC ini yang perempuan,” tanya majelis hakim dalam persidangan yang menghadirkan saksi Susi.
“Tidak ada, laki-laki semua,” respon Susi saat menjawab pertanyaan yang diucapkan oleh majelis hakim.
Perihal ini, terdakwa Putri Candrawathi mengaku tidak pernah menunjuk Brigadir Yosua sebagai ajudan, namun ini atas perintah suaminya Ferdy Sambo.
“Saya tidak pernah menunjuk Yosua sebagai ajudan pribadi saya, tetapi suami saya yang menunjukkan kepada saya untuk menggantikan Saudara Ricky,” ujar Putri Candrawathi.
Baca Juga: Beri Penghargaan Para Broadcaster, Bigo Live Umumkan Pemenang Turnamen Family Indonesia
Pernyataan yang berbeda diungkap oleh Kakak Brigadir Yosua, Yuni Artika Hutabarat, yang mengatakan Yosua sempat mempertanyakan alasan mengapa dirinya yang ditunjuk menjadi ajudan Putri.
“Bu Putri yang mengharapkan Almarhum Yosua untuk menjadi ajudannya,” ujar kakak Brigadir Yosua.
Bahkan dalam persidangan tersebut, kakak Brigadir Yosua menirukan perkataan Brigadir J yang mempertanyakan alasan Putri menginginkan dirinya sebagai ajudan.
Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2023: Jadwal, Persyaratan Hingga Dokumen Wajib
“Katanya ‘Kenapa ya Bu Putri mau menjadikan saya ajudannya? Kenapa dia tidak mencari ajudan perempuan?,” ucap Yuni saat menirukan gaya bicara Yosua.
Sebenarnya, sesuai dengan Peraturan Kapolri nomor 4 tahun 2017, anggota Polri bisa mendapat penugasan sebagai ajudan para pejabat, termasuk pejabat di Polri.
Lebih lanjut, dalam aturan tidak menjelaskan apakah istri pejabat polri boleh mendapatkan ajudan ataupun tidak.***

Share this article
Hakim melontarkan pertanyaan kepada Susi terkait apakah ada ajudan Putri Candrawathi berjenis kelamin perempuan.