AYOJAKARTA.COM – Pergantian tahun hanya tinggal menghitung hari saja.
Sayangnya, menjelang pergantian tahun, dikabarkan akan ada cuaca ekstrem.
Kabar mengenai adanya cuaca ekstrem ini tentu menghantui masyarakat di Indonesia.
Mengenai cuaca ekstrem tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dna Geofisika atau BMKG.
BMKG menyebut jika puncak cuaca ekstrem akan terjadi di akhir Desember ini.
Sebelumnya, BMKG memprediksikan cuaca ekstrem mulai dari hujan lebat, peningkatan ketinggian permukaan air laut, hingga angin kencang.
Cuaca ekstrem tersebut dijelaskan oleh BMKG akan terjadi hingga pada malam pergantian tahun.
Puncak cuaca ekstrem akan terjadi di tanggal 30 Desember 2022.
Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG, yakni Guswanto.
Baca Juga: 5 Syarat yang Wajib Dipenuhi Jika Ingin Dapat Bantuan PKH 2023, Ada Apa Saja?
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KompasTV, Guswanto menyampaikan mengenai prediksi cuaca esktrem.
Guswanto menjelaskan jika musim hujan akan terjadi pada bulan Desember hingga Februari.
“Daripada cuaca ekstrem ini kan cuaca itu kalau kita paling sepekan ya biasanya. Namun kita lihat bahwa puncak musim hujan itu kita prediksi adalah di Desember, Januari, sampai Februari,” jelasnya.
“Itu yang terjadi biasanya untuk daerah Jabodetabek. Nah sedangkan kalau kita lihat terjadinya kita lihat nanti kita memprediksi dalam sekian ke depan itu di Jawa Barat itu kemarin kita lihat yang tertinggi akan di tanggal 30 besok itu,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang terjadi di Jakarta pada akhir Desember ini, BMKG, BRIN, BNPB, BPPT bersama TNI AU melakukan modifikasi cuaca.
Baca Juga: 5 Syarat yang Wajib Dipenuhi Jika Ingin Dapat Bantuan PKH 2023, Ada Apa Saja?
Modifikasi cuaca tersebut dilakukan dengan menyemai 1,6 ton garam melalui udara.
Ada dua titik yang dijadikan tempat untuk melakukan penyemaian tersebut, yaitu di perairan Jakarta dan juga Selat Sunda.
Walaupun semaian garam tersebut tidak dapat menghalau hujan secara menyeluruh, setidaknya diharapkan bisa mengurangi intensitas curah hujan.***

Share this article
BMKG memprediksikan cuaca ekstrem mulai dari hujan lebat, peningkatan ketinggian permukaan air laut, hingga angin kencang.