AYOJAKARTA.COM – Ibunda dari mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Rosti Simanjuntak, tidak kuasa menahan emosi ketika berbicara di persidangan kasus pembunuhan berencana dengan terdakwa Kuat Ma’ruf.
Rosti Simanjuntak tidak mampu menahan isak tangis ketika berbicara di persidangan itu.
“Di dalam kasus ini, Kuat Ma’ruf, skenario kalian sangat hebat. Sangat luar biasa saya lihat. Di dalam kasus ini, kalian mengetahui semua,” begitu Rosti membuka pernyataannya.
Rosti meneruskan dengan menyebut lagi bahwa Kuat Ma’ruf, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengetahui semua peristiwa kematian anaknya, Brigadir J.
“Kalian mengetahui semua. Bahkan menginginkan daripada kematian anakku. Jadi kamu dan atasan kamu, FS dan PC, sangat-sangat luar biasa skenariomu,” kata Rosti.
Rosti lalu menanyakan hubungan Kuat dengan Putri Candrawathi yang sama-sama terlibat dalam membuat skenario pembunuhan Brigadir J.
“Ada apa kamu sama si Putri itu Kuat Ma'auf? Siapanya si Putri kamu? Sampai kamu mendesak mengatur si Putri. Saya orang kecil saja tidak boleh di rumah mengatur. Apalagi kepada istri yang bukan istri kita,” ujarnya.
Baca Juga: PKH November 2022 Kapan Cair: Cek Proyeksi Tanggal Pencairan dan Besaran PKH Tahap 4 di Sini
Setelah itu Rosti semakin tidak kuasa menahan emosi. "Sudah puas kah kalian dengan kematian anakku itu? Bersama-sama kalian segerombolan, kejahatan apa yang tersembunyi?" ujarnya.
Kuat Ma'ruf didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan berencana bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dan Bripka Ricky Rizal (RR) terhadap Brigadir J.
Peristiwa itu berlangsung di rumah dinas Ferdy Sambo saat masih menjabat Kadiv Propam Polri yang terletak di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.
Atas perbuatannya tersebut, Kuat Ma'ruf didakwa melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
Sementara itu, adik dari Brigadir J, Mahareza Rizky Hutabarat, juga hadir dalam persidangan tersebut.
Reza kemudian ditanya oleh hakim soal kesan saat pertama bertemu dengan Kuat Ma’ruf.
“Pertama ketemu awal di Jakarta 2020. Yang ngenalin Yosua di (rumah) Bangka. Bang Yos bilang (Kuat Ma’ruf) ini kerjanya sama bapak juga. Cuma itu saja,” ujar Reza kepada hakim di PN Jaksel, Rabu 2 Oktober 2022.
Kemudian hakim melanjutkan pertanyaan.
“Dari perjumpaan pertama, kesan terdakwa gimana?”
“Biasa saja awalnya,” jawab Reza.
Selanjutnya, Reza bercerita bahwa dirinya bertemu lagi dengan Kuat pada tahun 2022 di rumah pribadi Ferdy Sambo di Saguling menjelang Hari Raya Idul Fitir atau Lebaran.
Baca Juga: Sudah Awal Bulan Nih, Ini Info KJP November 2022 & KJMU Tahap 2 Kapan Cair
“Pertemuan kedua 2022, saya mampir ke Saguling menjelang Lebaran. Saya bertemu dengan Om Kuat saat Om Kuat mau ambil bingkisan di Saguling,” kata Reza.
Hakim kemudian bertanya lagi.
“Setiap saudara sering ke Saguling, ketemu nggak sama Kuat?”
“Selama saya pindah ke daerah Saguling, saya tidak pernah lihat di Saguling,” jawab Reza.
Di sidang itu, Hakim juga bertanya apakah Reza mengenal Ricky dan bagaimana pertemuan dengan Ricky.
Hakim juga bertanya apakah Reza mengetahui jika Ricky menjaga anak-anak di Magelang.
“Untuk Bang Ricky kenal. Kenal di Saguling.”
SIDANG RICKY RIZAL
Sementara itu, terdakwa Ricky Rizal menjalani persidangan lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi yang juga menghadirkan keluarga Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 2 Oktober 2022.
Orang tua Brigadir J, Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak, turut hadir dalam persidangan tersebut untuk memberikan keterangan kepada hakim dan jaksa.
Dalam kesempatan tersebut, di hadapan majelis hakim, Ricky Rizal menyampaikan turut berdukacita kepada orang tua Brigadir J atas peristiwa yang terjadi.
“Mohon izin Yang Mulia, terima kasih. Dalam kesempatan ini saya bisa ketemu langsung dengan keluarga besar almarhum Brigadir Yosua,” ujar Ricky seperti dilansir pmjnews.com.
Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 48: Tips Lolos Seleksi, Nomor 4 Jangan Kelewat
“Saya ingin menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya abang saya Brigadir Nofriyansah Yosua Hutabarat. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa kepada keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran,” sambungnya.
Ricky juga menyampaikan permohonan maafnya kepada orang tua Brigadir J atas kebodohannya saat peristiwa meninggalnya Brigadir J.
“Saya juga berharap kepada Ibu Rosti Simanjuntak dan Bapak Samuel Hutabarat serta keluarga besar almarhum Yosua untuk dapat memberikan maaf atas kebodohan dan ketidaktahuan saya pada saat terjadi situasi saat itu, terima kasih Yang Mulia,” tandasnya.

Share this article
Rosti menyebut bahwa Kuat Ma’ruf, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengetahui semua peristiwa kematian anaknya, Brigadir J.