AYOJAKARTA.COM - Kabar duka datang dari anak seorang ibu bernama Soimah meninggal dunia usai diduga dianiaya di Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor.
Pihak Ponpes Gontor membenarkan kejadian itu dan memberikan keterangan kepada keluarga Soimah.
Baca Juga: Wajib Tahu! Makna Angka 234 Dji Sam Soe, Mbah Moen: Tidak Masuk Surga Kalau Tak Tahu
Namun, Soimah menganggap adanya kejanggalan dari proses informasi yang diberikan Ponpes Gontor.
Demikian seperti yang diberitakan Pikiran-Rakyat.com dalam artikel "Putra Soimah Dianiaya Hingga Tewas, Ponpes Gontor Usir Pelaku".
“Tidak ada kabar sakit atau apapun itu dari anak saya tiba-tiba dapat kabar dari pengasuhan Gontor 1 telah meninggal dunia pada Senin, 22 Agustus 2022 pukul 10.20 padahal di surat keterangan yang kami terima meninggal pukul 06.45 WIB , ada apa!” kata Soimah dalam unggahan di akun Instagram @soimah_didi.
Baca Juga: Percakapan Putri Candrawathi dan Kuat Maruf di Kamar Bocor: Sst.. Jangan Ribut-ribut , Apa Artinya?
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Pondok Pesantren Modern Gontor Darusssalam Gontor, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, Noor Syahid, memberikan permohonan maaf secara resmi.
“Kami juga meminta maaf kepada orang tua dan keluarga almarhum jika dalam proses pengantaran jenazah tidak jelas dan tidak terbuka, sekali lagi kami memohon maaf sebesar-besarnya,” kata Noor Syahid.
Lebih jauh, menurutnya pihak pengasuh pondok telah melakukan pendalaman terhadap peristiwa yang mengakibatkan anak Soimah bernama Albar Mahdi tewas.
Baca Juga: Ingin Terhindar dari Utang dan Jauh dari Kemiskinan? Kata Mbah Moen Amalkan 2 Surah Ini saat Subuh
Pihak pondok mengakui adanya dugaan penganiayaan yang dialami oleh Albar Mahdi.
“Berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, kami memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat,” ucap Noor Syahid menjelaskan.
Terkait dengan temuan tersebut, pihak pondok pun langsung mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku penganiayaan.
“Menyikapi hal ini kami langsung bertindak cepat dengan menindak dan menghukum mereka yang terlibat dugaan penganiayaan tersebut,” ujar Noor Syahid.
Bahkan, pihak pondok mengaku melakukan tindakan pada hari yang sama saat peristiwa nahas tersebut terjadi.
“Pada hari yang sama pada saat almarhum wafat kami juga langsung mengambil tindakan tegas dengan mengajatuhkan sanksi terhadap santri yang diduga terlibat,”
Adapun sanksi yang dijatuhkan kepada para terduga pelaku penganiayaan dijelaskan secara rinci oleh Noor Syahid.
“Yaitu dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari pondok modern Darussalam Gontor secara permanen dan langsung mengantarkan mereka kepada orang tua mereka masing-masing,” kata Noor Syahid, dikutip dari kanal YouTube Gontor.*** (Asahat Edi Rediko PS/Pikiran-Rakyat.com)

Share this article
Kabar duka datang dari keluarga Soimah, anaknya bernama Albar Mahdi meninggal dunia usai diduga dianiaya di Ponpes Gontor.