TEBET, AYOJAKARTA - Penurunan kasus aktif Covid-19 di Indonesia merupakan sebuah kabar baik yang tidak hanya harus disyukuri, juga perlu dipertahankan.
Masyarakat diminta tidak lengah dan terjebak dalam euforia. Hal ini lantaran gelombang kasus Covid-19 jilid tiga bisa jadi ancaman kapan saja.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa pemerintah sudah menyiapkan strategi untuk tetap mempertahankan perkembangan baik saat ini dan mengantisipasi kehadiran gelombang tiga Covid-19.
"Pertama, kunci menjaga penurunan kasus ini adalah dengan serius menjaga protokol kesehatan sejalan dengan dibukanya kembali kegiatan sosial kemasyarakatan," kata Wiku dalam keterangan resmi, Minggu 19 September 2021.
Protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan air mengalir, serta menghindari kerumunan dan jaga jarak dengan orang di sekitar.
Lebih jauh Wiku melanjutkan, varian mutan seperti Delta terbukti lebih cepat dalam penularannya, namun perlu dicatat bahwa meskipun varian tersebut ditemukan di India pada Oktober 2020, kasusnya baru melonjak pada April 2021.
Hal ini sama dengan yang terjadi di Indonesia, dimana varian tersebut ditemukan pada Januari 2021 tetapi kasus baru melonjak pada bulan Juli 2021.
"Jelas bahwa lonjakan kasus terjadi bukan semata-mata akibat varian delta tetapi akibat aktivitas sosial masyarakat yang tidak sejalan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," ujar Wiku.
"Jika kita mampu membatasi aktivitas sosial, dampak mutasi varian tidak akan menyebabkan lonjakan kasus yang signifikan," tambahnya.
Strategi kedua, dengan melihat pola lonjakan di Indonesia selama 3 bulan, dan dari lonjakan di dunia juga India, Malaysia dan Jepang, waspada dan tetap disiplin protokol kesehatan diharuskan agar Indonesia mengalami lonjakan ketiga dalam beberapa bulan ke depan.
"Kita bisa belajar dari India karena kasus-kasus di negara ini telah mendatar selama 2,5 bulan terakhir meskipun sebelumnya mengalami peningkatan yang signifikan," katanya.

Share this article
Masyarakat diminta tidak lengah dan terjebak dalam euforia. Hal ini lantaran gelombang kasus Covid-19 jilid tiga bisa jadi ancaman kapanpun