TEBET, AYOJAKARTA.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite PC PEN Airlangga Hartarto mengemukakan, Indonesia akan dikirim vaksin Covid-19 sebanyak 50 juta dosis dari Astra Zeneca asal Inggris.
Airlangga mengatakan, 50 dosis vaksin yang akan dikirim merupakan pemesanan tahap pertama dari total 100 juta vaksin yang dibeli Indonesia. Pihak Indonesia dengan Astra Zeneca telah membuat komitmen untuk pengadaan tersebut.
"Sekarang, menteri kesehatan, menteri luar negeri dan menteri BUMN sedang berangkat untuk mempersiapkan 50 juta order pertama dan siap dibayar," tuturnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (12/10/2020).
Sebelumnya, dalam diskusi virtual pada Minggu (11/10/2020), Airlangga menyebutkan, pemerintah siap membayar uang muka pengadaan vaksin Astra Zeneca sebesar 50% pada akhir Oktober. Anggarannya diperkirakan mencapai 250 juta dolar AS.
Selain Astra Zeneca, pemerintah juga menjalin kerja sama pengadaan vaksin dengan perusahaan asal China, Sinovac. Pengadaan vaksin Sinopharm juga dilakukan secara bertahap antara 10 juta hingga 30 juta.
AYO BACA : Dana BLT (BSU) Tahap 5 Belum Cair? Pemilik Rekening BCA, Perhatikan 4 Ketentuan Ini
Secara keseluruhan, Airlangga menjelaskan, pemerintah sendiri telah menargetkan vaksinasi untuk sekitar 160 juta orang. Tahapannya akan dilakukan secara bertahap sampai dua tahun mendatang. "Sekarang persiapannya sedang dilakukan," katanya.
Dalam pelaksanaan vaksinasi, pemerintah menyiapkan daftar penerimanya berdasarkan prioritas. Pertama, untuk 3,5 juta orang yang berada di garda terdepan. Mulai dari tenaga medis, paramedis, pelayan kesehatan hingga TNI, Polri dan aparat hukum.
Selain itu, ada masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta perangkat daerah yang berjumlah 5 juta orang. Kelompok lainnya, penerima bantuan pembayaran iuran BPJS yang sebanyak 96 juta orang.
Dengan estimasi dosis yang dibutuhkan tiap orang adalah dua kali vaksinasi, maka akan dibutuhkan 320 juta dosis vaksin untuk masyarakat Indonesia. Airlangga menyebutkan, pemerintah akan menyiapkan lebih dari jumlah tersebut dengan mempertimbangkan kemungkinan ada vaksin yang tidak bisa terpakai.
Untuk mencapai target itu, Airlangga menambahkan, vaksinasi tidak hanya akan dilakukan melalui bantuan pemerintah. Beberapa perusahaan sudah mempersiapkan kerja sama dengan penyedia vaksin. "Kalau ini ditujukannya untuk vaksin mandiri," ujarnya.
Meski ada dua jalur, Airlangga memastikan, seluruh proses vaksinasi akan dikontrol oleh pemerintah, yaitu Kementerian Kesehatan dan PT Biofarma. Ketentuannya dilakukan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai vaksinasi yang sudah diteken Presiden Joko Widodo.
AYO BACA : JAKARTA PSBB TRANSISI: Transjakarta Menyesuaikan Pola Jam Operasional

Share this article
Airlangga mengatakan, 50 dosis vaksin yang akan dikirim merupakan pemesanan tahap pertama dari total 100 juta vaksin yang dibeli Indonesia. Pihak Indonesia dengan Astra Zeneca telah membuat komitmen untuk pengadaan tersebut.