SEMARANG, AYOJAKARTA.COM - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah (Jateng), Yulianto Praboro mengatakan, di Jateng terdapat 3.189 kasus demem berdarah dengue (DBD) sejak awal tahun hingga Juni 2020. Dari ribuan kasus tersebut, 47 di antaranya meninggal dunia.
AYO BACA : DBD Mewabah, 11 Orang di Kabupaten Cirebon Meninggal Dunia
Yulianto menambahkan, jumlah kasus DBD tertinggi berada di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Purworejo, Klaten, Batang, Kota Magelang, dan Kota Semarang.
AYO BACA : Kasus DBD di Tengah Covid-19, Begini Respons Wali Kota Bekasi
Untuk angka kematian tertinggi akibat DBD ada di Kota Pekalongan, Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Grobogan, dan Temanggung.
\"Di pandemi ini, Demam berdarah juga harus diwaspadai masyarakat. Terlebih lagi, kasus DBD di Jawa Tengah terbilang cukup tinggi,\" ujarnya dalam video converence, Kamis (3/7/2020) malam.
\n
\nYulianto pun meminta kepada masyarakat Jawa Tengah untuk mewaspadai DBD tersebut. Terlebih, meski sudah masuk musim kemarau, potensi turun hujan di beberapa titik masih terjadi. Mengingat musim hujan merupakan momen nyamuk Aedes aegypty berkembang biak.
\"Sejumlah langkah pencegahan perkembangbiakan nyamuk tersebut perlu dilakukan, seperti selalu menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” katanya.
\"Selain itu kita juga harus menerapkan 3 M. Yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat pekembangbiakan nyamuk,” tambahnya. (Vedyana Ardyansah)
AYO BACA : 16 Meninggal Akibat DBD, Pemkot Tasik Belum Tetapkan Status KLB

Share this article
Untuk angka kematian tertinggi akibat DBD ada di Kota Pekalongan, Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Grobogan, dan Temanggung.