AYO BACA : Dua Hari, Kota Bogor Catat Nol Kasus Baru Covid-19
AYO BACA : Pemerintah Janjikan Perlindungan untuk Pekerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak 40 ribu pemudik asal Kabupaten Tasikmalaya yang sebagian besar pulang dari luar kota terpapar Covid-19, menjalani isolasi mandiri di rumahnya, Rabu (15/4/2020).
Selama isolasi mandiri tersebut diawasi dan dipantau oleh petugas medis dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas di kecamatan dan desa masing-masing dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah pusat.
Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Muksin menjelaskan dari hasil rapat koordinasi tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, tercatat ada 40 ribu pemudik atau warga kabupaten yang pulang.
Menurut Muksin, dari keseluruhan warga Kabupaten Tasikmalaya tersebut kebanyakan pulang dari daerah terpapar Covid-19 seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, Tangerang, Bogor dan lainnya.
"Pemudik ini, tidak serta-merta masuk ODP, karena kebanyakan dari mereka datang dengan tanpa gejala dari wabah Covid-19. Mereka semua sehat, dengan catatan wajib isolasi mandiri di rumahnya masing-masing sesuai protokol kesehatan," terang Muksin melalui sambungan telepon, Kamis (16/4/2020).
Ketika ditanya apakah puluhan ribu warga Kabupaten Tasikmalaya yang pulang dari daerah terpapar virus corona masuk status Orang Tanpa Gejala (OTG), Muksin membenarkan namun dengan catatan tetap harus isolasi mandiri selama 14 hari.
Kemudian, ungkap Muksin, jika warga tersebut selama isolasi mandiri dengan pengawasan dan pemantauan dari petugas medis di puskesmas, kondisinya atau mengalami gejala batuk, pilek dan lainnya segera laporkan untuk ditindaklanjuti oleh petugas Sigesit 119, untuk kemudian ditangani oleh RSUD SMC atas rujukan puskesmas.
"Kami minta kepada warga yang sudah pulang dari luar daerah, untuk melaksanakan kewajibannya isolasi mandiri di rumah. Dan tidak bergaul dengan masyarakat sekitar, tetap melaksanakan protokol kesehatan, demi kemaslahatan semua," tambah Muksin.
Anggota Tim Perencana, Data, Pakar dan Analisis Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Kurnia menambahkan, dari keseluruhan warga Kabupaten Tasikmalaya yang pulang atau mudik dari luar daerah sebanyak 90 persen pulang dari daerah zona merah terpapar virus Corona.
"Namun, secara keseluruhan pada umumnya sehat tidak mengalami gejala seperti batuk atau pilek serta sesak nafas. Dan datanya juga tidak semuanya masuk ODP, karena tidak ada gejala," ungkap Kurnia.
Kurnia menambahkan, untuk data kasus Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya, hingga Kamis (16/4/202) jumlah ODP 1.211 dengan rincian 943 selesai pemantauan dan 268 masih dalam pemantauan.
Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 22 orang. Dengan rincian 18 selesai pengawasan dan 4 orang masih dalam proses pengawasan.
"Untuk yang positif Covid-19 terkonfirmasi nol, sementara untuk negatif Covid-19 terkonfirmasi berjumlah 15 orang. Rinciannya satu dalam perawatan, sembuh 10 dan meninggal empat orang," tambah Kurnia. (Irpan Wahab Muslim)
AYO BACA : Menteri Nadiem: Dana BOS Boleh untuk Beli Paket Internet dan Honor Guru
![[Ilustrasi tempat isolasi] -- Warga Singdanglangu RT 11 RW 03, Desa Arjasari, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, menyediakan rumah isolasi Covid-19 bagi pemudik yang pulang dari perantauan. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)](https://cdn.ayojakarta.com/fill/1200:675/medias/2025/08/20/isolasi_mandiri-_irpan.jpg)
Share this article
Sebanyak 40 ribu pemudik asal Kabupaten Tasikmalaya yang sebagian besar pulang dari luar kota terpapar Covid-19, menjalani isolasi mandiri di rumahnya.