Selain Covid-19, Ini Sejumlah Wabah yang Pernah Terjadi di Jawa

Ilustrasi

Ilustrasi

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Wabah Covid-19 saat ini masih menjadi perhatian dunia. Sehingga beberapa waktu lalu World Health Organization (WHO) menegaskan jika Covid-19 merupakan sebuah pandemi.

Tak hanya Covid-19 yang saat ini mewabah, ternyata wilayah Jawa pernah pula mengalami sejumlah wabah yang dianggap mematikan saat itu. Selain wabah endemi, juga mengalami wabah pandemi. Beberapa diantaranya ialah, malaria, kolera, pes, cacar, dan influenza.

Terkait adanya wabah di Nusantara, dosen sekaligus Sejarawan dari Universitas Diponegoro (Undip) Prof Singgih Tri Sulistiyono mengatakan, jika Indonesia sebagai negara tropis dengan cuaca yang punya kelembaban tinggi, lingkungan basah, dalam sepanjang sejarahnya selalu menghadapi berbagai macam penyakit.

"Sehingga bisa dikatakan Indonesia sudah sejak lama mungkin menghadapi  berbagai macam endemi penyakit yang muncul dari masyarakat itu sendiri," ujarnya kepada Ayosemarang.com, jaringan AyoMedia, Senin (13/4/2020).

Prof Singgih melanjutkan, jika pada 1815 penduduk Jawa baru mencapai sekitar 4 juta. Artinya selama ribuan tahun penduduk Jawa baru hanya sekitar 4 jutaan orang saja.

Menurutnya, hal tersebut bukan berarti orang Jawa memiliki tingkat reproduksi yang rendah, melainkan banyak yang meninggal lantaran berbagai macam wabah penyakit dari virus bakteri dan sebagainya yang tidak mampu dihadapi hanya dengan tindakan dan ramuan tradisional saja.

"Jadi bisa dikatakan sejarah Indonesia ini penuh dengan tantangan menghadapi penyakit. Maka sebab itu sebelum ditemukan vaksin dan obat-obatan modern di abad 19 yang ditemukan di Eropa, itu pertumbuhan penduduk di Jawa sangat lamban sekali," lanjutnya.

Setelah Endemi, masyarakat Jawa juga harus dihadapkan dengan adanya Pandemi yang merupakan penyakit global disebabkan kontak antar manusia. 

"Jadi meskipun penyakit itu dari luar, mungkin dari wilayah subtropis, namun ketika orang dari luar itu datang ke Indonesia, dan kontak dengan orang Indonesia, tentunya tak menutup kemungkinan penularan pun terjadi," ucapnya.

Cacar di Batavia

AYO BACA : Ini Update Lengkap COVID-19 di DKI Jakarta Senin 13 April 2020

Mengutip buku Sejarah Pemberantasan Penyakit di Indonesia, cacar pertama kali menjangkiti Batavia pada 1644. Penyakit tersebut masuk ke Batavia lalu menyebar ke seantero Jawa.

Karena saat itu penyakit terus menjalar, sehingga vaksin akhirnya diberikan juga kepada pribumi. Hingga akhir abad ke-18, selain menjangkit pada bati, cacar juga telah menewaskan buruh-buruh pekerja perkebunan dan melumpuhkan ekonomi. 

Tahun 1926 dr L Otten berhasil menyempurnakan pembuatan vaksin dari larutan dalam gliserin menjadi vaksin kering in vacuo. Setelah itu, cacar tak lagi mewabah di Indonesia.

Salah satu wabah yang pernah melanda Indonesia lainnya adalah malaria. Dalam buku berjudul Jakarta Batavia: Esai Sosio-Kultural misalnya menyebut malaria yang mewabah di Batavia sejak 1733. Hingga tahun 1900-an, malaria masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat.

"Merebaknya malaria sebagai wabah disebabkan karena lingkungan yang belum sehat banyak rawa, nyamuk, sanitasi limbah belum sehat. Sehingga malaria jadi ancaman yang mematikan bagi pribumi saat itu," katanya.

 Selain Malaria, Kolera juga sempat mewabah dan diperkirakan masuk ke wilayah Pulau Jawa pada tahun 1800an akibat hubungan dagang antara India dan Jawa melalui Malaka.

Penyakit kolera disebut juga muntaber atau buang air terus menerus dan muntah-muntah. Daerah yang pertama terindikasi penyakit kolera adalah daerah di sepanjang pantai utara Jawa, mulai dari Batavia, Semarang, hingga Surabaya. 

"Kolera ini dikarenakan juga kurangnya pengetahuan hidup bersih masyarakat pribumi saat itu. Contohnya kebiadaan buang air di sungai dan tempat lain, dan lainnya," terangnya.

Kuman kolera, Vibrio cholerae, baru berhasil diidentifikasi pada 1883. Sepanjang 1821 sekira 125.000 orang di Jawa meninggal dunia gara-gara kolera. Tak hanya berjangkit di permukiman pribumi dan Tionghoa, kolera juga berjangkit di permukiman orang Eropa yang sebenarnya memiliki kondisi yang lebih baik.

Selanjutnya, penyakit pes yang disebabkan oleh tikus (Xenopsylla cheopsis), dijelaskannya juga pernah mewabah di Jawa. Melansir dari kebudayaan.kemendikbud.go.id, penyakit pes adalah penyakit kuno dalam sejarah peradaban manusia.

AYO BACA : Pemkot Bogor Siapkan Peraturan Terkait PSBB

Diperkirakan berasal dari Asia Tengah atau Asia Timur. Inang bakteri Yersinia pestis adalah kutu tikus atau marmut. Penyakit ini merambah ke Eropa dan Afrika bagian utara melalui Jalur Sutra yang merentang di pedalaman Eurasia.

Pandemi pes pertama yang mematikan diperkirakan terjadi di Byzantium semasa Kaisar Justinian I pada 541-542. Tak hanya melumpuhkan Konstantinopel, wabah juga menyebar ke beberapa tempat di Asia dan Afrika.

Penyakit yang disebabkan bakteri Yersinia pestis ini termasuk ganas karena mudah menyebar dan menyerang bagian tubuh yang vital. Sampai abad ke-19, orang sudah mengenal tiga jenis pes: pes pada sistem limfatik alias pes bubo, pes pada aliran darah atau pes septikemik, serta pes pada paru-paru alias pes pneumonik.

Mereka yang terserang pes akan menunjukkan gejala demam, diare, nyeri otot, beberapa bagian tubuh menghitam (pes septikemik), pembengkakan di sekitar kelenjar getah bening (pes bubo), hingga batuk dan sesak napas (pes pneumonik).

Orang bisa selamat, tetapi banyak yang meninggal tak sampai seminggu. Hingga memasuki abad ke-20 tak pernah ada kabar adanya penyakit pes di Hindia Belanda. Penduduk kepulauan ini mengetahui wabah pes di luar negeri sebatas pada apa yang dikabarkan media massa dan mungkin buku sekolah.

Warga dan pemerintah kolonial justru lebih akrab dengan penyakit  seperti cacar, kolera, disentri, beri-beri, atau malaria. Sementara itu, Mengacu pada buku Sejarah Kesehatan Nasional Indonesia jilid II , pes masuk ke Indonesia pada akhir 1910.

Sampai tahun 1952 pes telah menyerang kurang lebih 240.000 orang di Pulau Jawa. Adapun lainnya, wabah influenza juga pernah mewabah kawasan Hindia Belanda.

Prof Singgih pun menjelaskan jika hal tersebut tertulis di dalam buku "Yang Terlupakan, Pandemi Influenza 1918 di Hindia Belanda". 

"Flu tersebut juga disebut juga dengan Flu Spanyol," katanya.

Wabah flu tersebut merupakan wabah penyakit yang terganas dalam sejarah umat manusia karena telah meminta korban juta-an orang. Diperkirakan antara 20 hingga 40 juta orang meninggal dunia karena wabah penyakit mematikan tersebut.

"Sejarah tentang wabah flu mematikan di Jawa itu juga dituturkan oleh Prof Dr Slamet Iman Santoso, dalam memoarnya: Warna-warni Pengalaman Hidup R Slamet Iman Santoso. Dalam buku itu dia menuturkan situasi di Jawa ketika terjadi wabah flu pada tahun 1918," ungkapnya menceritakan. (Vedyana Ardyansah)

AYO BACA : Tahlilan Pasien Covid-19, Puluhan Warga Bogor Jadi ODP

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 14 Jun 2026, 21:54 WIB

Apa Saja Syarat Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor dalam Rangka HUT Jakarta?

HUT ke-499 Jakarta dimeriahkan pemutihan denda PKB & BBNKB otomatis pada 1 Juni–31 Agustus 2026. Warga cukup bayar pokok pajak lewat Samsat Jakarta Fair atau online via Signal, tanpa permohonan khusus

Metropolitan 14 Jun 2026, 20:41 WIB

Semarak HUT ke-499 Jakarta: Tiket Wisata Gratis, Tarif Transum Rp 1, hingga Pemutihan Pajak

HUT ke-499 Jakarta bertema “Bergerak Menuju Era Baru”. Warga menikmati promo tarif transportasi Rp1, gratis masuk Ancol, Ragunan, Monas, museum, serta pemutihan denda pajak kendaraan dan konser PRJ.

Metropolitan 14 Jun 2026, 19:24 WIB

Mahasiswa dari Kampus Mana Saja yang Akan Bergabung dalam Demonstrasi di Jakarta 15 Juni 2026?

Ratusan mahasiswa dari UBK, Unpam, UMJ, dan UI menggelar demo besar di Jakarta pada Senin (15/6). Mereka menuntut evaluasi kebijakan ekonomi, stabilitas rupiah, hingga peninjauan harga BBM.

Nasional 14 Jun 2026, 18:10 WIB

Apakah Besok Senin Ada Demo Bertajuk Indonesia Bangkrut? Intip Dimana Saja Lokasinya

Gelombang aksi mahasiswa digelar Senin (15/6) di Jakarta dan Palembang guna memprotes kondisi ekonomi nasional, mengevaluasi kebijakan pemerintah, serta menuntut kesejahteraan bagi rakyat kecil.

Sport 14 Jun 2026, 15:53 WIB

Ribuan Pelari Mancanegara Meriahkan BTN Jakarta International Marathon 2026

BTN Jakarta International Marathon 2026 sukses digelar dengan lebih dari 45.000 pelari dan partisipasi peserta dari berbagai negara.

Ekonomi 14 Jun 2026, 15:22 WIB

Apa Saja Faktor Eksternal dan Internal yang Memicu Devaluasi Rupiah Saat Ini?

Rupiah melemah ke Rp17.860/USD Juni 2026 akibat faktor global & kebijakan DHE. Head Global Market Maybank I Made Budhi P Artha sebut devaluasi nilai tukar ini lebih berbahaya dari redenominasi.

Ekonomi 14 Jun 2026, 13:53 WIB

Mana yang Lebih Bahaya Saat Rupiah Loyo, Redenominasi atau Devaluasi? Ini Kata Pakar Ekonomi Maybank Indonesia

Juni 2026, Rupiah melemah ke Rp17.985/USD akibat konflik global & penjualan ritel turun 3,7%. Head Global Market Maybank I Made Budhi P Artha sebut devaluasi ini lebih bahaya dibanding redenominasi.

Nasional 14 Jun 2026, 12:43 WIB

Dony Oskaria Sebut Fundamental Ekonomi dan BUMN Jadi Penopang Penguatan IHSG

Danantara menilai penguatan IHSG mencerminkan kepercayaan investor pada fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid.

Teknologi 14 Jun 2026, 11:52 WIB

Manjakan Konten Kreator, Lenovo Hadirkan Dua Seri ThinkBook 16 Inci Terbaru di 2026

Lenovo luncurkan ThinkBook 16p 2026 berbekal RTX 5060 dan layar 3.2K, serta ThinkBook 16 Gen 9 IPL bertenaga Intel Panther Lake. Kedua laptop 16 inci ini dirancang tangguh untuk kreator profesional.

Gadget 14 Jun 2026, 10:41 WIB

Demi Jegal iPhone Fold, Samsung Siap Rilis Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra di 2026

Samsung siap rilis Galaxy Z Fold 8 & Z Fold 8 Ultra pada Juli 2026 demi hadapi iPhone Fold. Versi reguler berlayar lebih lebar, sementara varian Ultra berbodi tipis, baterai 5.000mAh.

Metropolitan 13 Jun 2026, 22:09 WIB

Reservasi Dibuka 16 Juni! Tiket Masuk Ancol Gratis 3 Hari Special HUT ke-499 DKI Jakarta

Reservasi tiket gratis mulai dibuka pada 16 Juni 2026 melalui situs resmi ancol.com.

News 13 Jun 2026, 22:02 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa Soal Pemborosan Program MBG, Bakom RI: Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa efisiensi keuangan negara telah menjadi prioritas utama Prabowo sejak awal menjabat.

News 13 Jun 2026, 21:08 WIB

Gejayan Memanggil! Giliran Massa di Jogja Gelar Aksi Susul Demo BEM UI di Jakarta

Setelah aksi mahasiswa memadati kawasan Thamrin, Jakarta pada Jumat kemarin, kini giliran massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Memanggil menggelar demo di pertigaan Gejayan, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 20:42 WIB

Komnas PA DKI Jakarta: Aksi Perundungan Bocah hingga Kesetrum di Senen Tindakan Kriminal

Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menegaskan bahwa aksi kekerasan tersebut sudah masuk dalam kategori tindakan kriminal.

News 13 Jun 2026, 20:29 WIB

Kejagung Bongkar Korupsi Motor Listrik BGN: Vendor 'Nakal' Mark Up Harga, Padahal Barang Belum Dirakit

Dalam temuan terbaru, pihak vendor diduga melakukan penggelembungan harga atau markup besar-besaran, sementara unit motornya sendiri diketahui belum selesai dirakit.

Pendidikan 13 Jun 2026, 20:20 WIB

Festival Budaya Maritim Unpad 2026: Kreativitas Mahasiswa Angkat Warisan Nusantara

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menggelar  Festival Budaya Maritim: Jejak Budaya Maritim Warisan Dunia sebagai proyek Ujian Akhir  Semester (UAS).

News 13 Jun 2026, 19:41 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi MBG, Tersangka Kelima Andri Mulyono Pemenang Tender Motor Listrik Mark Up Rp1,1 Triliun!

Tersangka kelima, Andri Mulyono, menjadi sorotan karena berhasil memenangkan tender pengadaan motor listrik senilai kurang lebih Rp 1,1 triliun di BGN.

News 13 Jun 2026, 17:48 WIB

Ketua DPP PSI Grace Natalie: Jokowi Siap Gunakan Jaket PSI Menjadi Ketua Dewan Pembina

Sudah sembuh, Joko Widodo (Jokowi) akan secara resmi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.

Sport 13 Jun 2026, 17:44 WIB

Antusiasme Tinggi! 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama BTN Jakarta International Marathon 2026

BTN Jakarta International Marathon 2026 sukses digelar! Sebanyak 20.500 pelari meriahkan hari pertama. Cek keseruan event akbar ini!

Metropolitan 13 Jun 2026, 17:32 WIB

Warga Jakarta Merapat! Festival Muharram 2026 Siap Digelar di Taman Bendera Pusaka, Cek Jadwal dan Lineup-nya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengumumkan akan menggelar Festival Muharram Jakarta 2026 pada pertengahan Juni ini.